Jawab Sindiran Luhut soal Harga Pangan, Ini Penjelasan BPN Prabowo

Kompas.com - 23/02/2019, 15:53 WIB
Ilustrasi beras KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGIlustrasi beras

“Karena, selama 4 tahun pemerintahan Presiden Jokowi tidak mampu mengamankan harga pangan. Selama 4 tahun, pemerintah tidak menunjukkan keberpihakan harga pangan yang solid,” sebut Dradjad.

Apakah bisa?

Pertanyaannya, apakah janji menurunkan harga pangan seperti yang disampaikan Prabowo dalam sejumlah kesempatan itu bisa dilakukan? Seperti apa pula caranya?

“(Jawabannya), sangat bisa. Dalam pidatonya, mas Prabowo menyebut salah satu langkahnya adalah memangkas keuntungan,” sebut Dradjad.

Penjelasannya, keuntungan dan margin tata niaga pangan selama ini sering terlalu tinggi. Terlebih lagi, sebut dia, untuk pangan eks impor.

Dradjad mengambil contoh beras yang diimpor dari Vietnam, dengan kualitas tingkat pecah 5-25 persen, kadar air 14 persen, dan spesifikasi lain yang masuk kualitas beras medium.

“Setelah ditambah biaya pengapalan, asuransi, gudang di Jakarta, dan biaya lainnya, total modal dan biaya sekitar Rp 6.000 per kilogram. Di pasar, harga jualnya bisa mendekati Rp 10.000 per kilogram, bahkan pernah Rp 11.000 per kilogram. Edan, kan, marginnya?” ungkap Dradjad.

Dalam kasus gula juga demikian, lanjut Dradjad, pun pada telur dan daging ayam. Dia mengutip sejumlah paparan yang sudah sering pula disampaikan oleh mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli dan ekonom Faisal Basri mengenai hal itu.

“Telur dan ayam, sama edannya. Ada mafia yang memainkan harga day-old chicken (DOC), pakan, telur, dan daging ayam,” sebut dia.

Baca juga: JEO-Hal-hal Krusial Terkait Debat Kedua Jokowi dan Prabowo

Mengutip Bloomberg edisi 12 Februari 2019, Dradjad menyebut bahwa pada rentang waktu Januari 2018-Januari 2019 saja harga DOC melonjak 40 persen lebih.

“Harga saham raksasa peternakan di Indonesia meroket 65-140 persen pada 2018. Raksasa ternak pesta keuntungan, peternak dan emak-emak kelabakan,” ujar dia.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X