Tere Liye dan Sri Mulyani, Berikut Berita Terpopuler Ekonomi - Kompas.com

Tere Liye dan Sri Mulyani, Berikut Berita Terpopuler Ekonomi

Kompas.com - 13/09/2017, 10:08 WIB
Penulis buku, Tere Liye, sedang memberi materi kepada peserta guru di Kota Magelang, Senin (25/11/2013).KOMPAS.com/ Ika Fitriana Penulis buku, Tere Liye, sedang memberi materi kepada peserta guru di Kota Magelang, Senin (25/11/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani menanggapi keberatan para penulis buku terkait dengan perpajakan sebagaimana yang disuarakan Tere Liye.

Keberatan Tere Liye terhadap kebijakan pajak pemerintah menjadi salah satu berita yang mendapatkan atensi besar dari pembaca sepanjang hari kemarin, Selasa (12/9/2017).

Selain itu, berita lain yang banyak dibaca yakni seputar rencana penerapan transaksi non-tunai di jalan tol. Berikut rangkuman berita terpopuler ekonomi sepanjang hari kemarin:

1. Habis Tere Liye, Terbitlah Kepusingan Sri Mulyani

Dunia literasi nasional terhenyak setelah penulis buku ternama, Tere Liye, memutuskan kontrak dengan dua penerbit besar di Indonesia, yakni Gramedia Pustaka Utama dan Republika, akibat tarif pajak penulis yang dianggapnya ‘mencekik’.

Sontak, protes itu mendapatkan perhatian khusus dari Menteri Keuangan Sri Mulyani yang membawahi otoritas pajak yaitu Direktorat Jenderal Pajak. Bahkan ia sampai membuat tulisan khusus di akun media sosial pribadinya terkait Tere Liye.

2. Perbankan Apresiasi Adanya Tongkat Tempel Uang Elektronik Tol

Mulai 31 Oktober 2017 mendatang, seluruh transaksi di gerbang tol di Indonesia dilakukan secara nontunai dengan uang elektronik. Dengan demikian, transaksi dengan menggunakan uang tunai tidak berlaku lagi.

Saat ini adalah masa transisi penggunaan uang elektronik di ruas tol. Perbankan, pemerintah, dan otoritas terkait pun masih terus melakukan sosialisasi dan penjualan uang elektronik. Namun, beberapa kendala masih ditemukan dalam penggunaan uang elektronik di gerbang tol.

3. Sri Mulyani: Itu Kultur Racun, Bahaya!

Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) tak tebang pilih mengawasi kinerja para pegawai pemerintahan, termasuk mengawasi kolega atau teman sendiri.

Selama ini menurut Sri Mulyani, hubungan kedekatan di dalam pemerintahan kerap menjadi batu sandungan optimalisasi pengawasaan kinerja pegawai pemerintah.

“Ini tugas sangat sulit untuk APIP karena anda ada di dalam maka teman-teman yang diawasi akan mengatakan ‘wong sesama teman kok kaya gitu’,” ujarnya dalam acara Rakernas Sinergi Pengawasan Penerimaan Negara di Jakarta, Selasa (12/9/2017).

4. Dirut Telkom Bantah Satelitnya Hancur Berkeping-keping

Direktur Utama PT Telkom Indonesia Alex Sinaga mulai berani mengeluarkan pernyataan tegas seputar kondisi Satelit Telkom 1 yang rusak akhir Agustus 2017.

Usai memastikan konektivitas layanan pelanggan Satelit Telkom 1 rampung 100 persen, Alex membantah keras kabar Satelit Telkom 1 hancur berkeping-keping.

5. Transaksi Tol Semua Non-Tunai, Bagaimana Nasib Petugas Gardu?

PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) akan menerapkan transaksi non-tunai di setiap gerbang tol. Penerapan transaksi non-tunai ini akan dilakukan pada 31 Oktober.

Namun bagaimanakah nasib petugas gardu setelah semua transaksi tol menjadi non-tunai? Masih dibutuhkankah tugas mereka?

Direktur Operasi II Jasa Marga, Subakti Syukur menerangkan, semua pegawai yang bertugas melayani pembayaran tunai tidak akan dipecat setelah penerapan transaksi non-tunai.

EditorBambang Priyo Jatmiko
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM