Lebih Dari 100 Hektar Tanaman Cabai di Jember Terserang Antraknos - Kompas.com

Lebih Dari 100 Hektar Tanaman Cabai di Jember Terserang Antraknos

Kontributor Jember, Ahmad Winarno
Kompas.com - 14/11/2017, 15:47 WIB
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, bersama Ketua Dewan Pembina Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Arum Sabil, menyiram tanaman cabai di Kompleks City Forest, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (16/3/2017).KOMPAS.com/ Ahmad Winarno Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, bersama Ketua Dewan Pembina Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Arum Sabil, menyiram tanaman cabai di Kompleks City Forest, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (16/3/2017).

JEMBER, KOMPAS.com - lebih dari 100 hektar lahan cabai di Kabupaten Jember, Jawa Timur, terserang penyakit jamur atau Antraknos. Akibatnya, buah cabai menjadi busuk dan berguguran.

Menurut Ketua Kelompok Tani Cabai Margi Rahayu, Edi Suryanto, di wilayah Kecamatan Ambulu saja ada sekitar 30 hektar yang terserang Antraknos.

"Belum lagi di wilayah saya di Kecamatan Wuluhan, dan beberapa kecamatan yang lain. Jadi totalnya, lebih dari 100 hektar," ungkapnya kepada Kompas.com, Selasa (14/11/2017).

Baca juga : Inilah Cabai Terpedas di Dunia

Serangan jamur itu, lanjut Edi, terjadi karena perubahan cuaca yang cukup ekstrim, dari kemarau ke musim hujan.

"Jadi tingkat kelembaban cukup luar biasa, padahal kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi hal itu. Akhirnya, banyak buah cabai yang busuk dan jatuh," terangnya.

Petani hanya bisa pasrah dengan keadaan tersebut, sebab tidak banyak yang bisa dilakukan.

Baca juga : BPS: Harga Cabai dan Beras Pengaruhi Laju Inflasi Oktober 2017

"Ibarat kata pepatah, kami ini jatuh dua kali. Cabainya banyak yang busuk, dan harganya anjlok, komplit sudah," keluhnya.

Edi berharap, agar pemerintah segera turun tangan, dengan merealisasikan asuransi bagi petani.

"Kami hanya berharap asuransi segera dicairkan, karena modal kami sudah banyak, sementara kondisi di lapangan begini," harapnya.

Kompas TV Tingginya harga cabai sangat meresahkan warga. Saat ini, harga cabai rawit merah dengan kualitas baik dijual di kisaran Rp 160 hingga 170 ribu per kilogram di Pasar Elang, Pademangan. Kenaikan juga terjadi pada cabai jenis lain. Rawit putih yang biasa dijual dengan harga Rp 35 ribu kini telah mencapai Rp 70 ribu. Kondisi ini mempengaruhi daya beli masyarakat. Akibatnya, agar tidak merugi, sejumlah pedagang terpaksa mengurangi stok jualan. Selain di Pademangan, Jakarta Utara, di Pasar Palmerah, harga komoditas cabai juga terus melangit. Faktor cuaca dan biaya distribusi diduga jadi salah satu penyebab kenaikan harga. Saat ini, harga cabai rawit merah tembus Rp 180 ribu per kilogram.?

PenulisKontributor Jember, Ahmad Winarno
EditorAprillia Ika

Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM