Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fintech: Peminjam Pria Paling Banyak yang Tidak Mengembalikan Uang

Kompas.com - 31/08/2018, 05:43 WIB
Ridwan Aji Pitoko,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada sebuah fenomena cukup menarik tentang pengembalian pinjaman kepada perusahaan financial technology (fintech). Kaum pria disebut menjadi peminjam dominan yang menyebabkan kredit macet.

CEO UangTeman.com Aidil Zulkifli menyatakan, hal tersebut hampir terjadi di seluruh dunia yang memiliki perusahaan fintech di dalamnya.

"Jadi saya enggak tahu alasan fenomena ini apa, tetapi ini konsisten bukan saja di Indonesia tapi di seluruh dunia. Jadi, contoh ada fintech di Bangladesh, mereka itu bahkan hanya memberikan pinjaman ke wanita saja," sebut Aidil kepada Kompas.com, Kamis (30/8/2018).

Aidil menambahkan, beberapa fintech di Indonesia juga ada yang memberlakukan kebijakan tersebut. Dia menganggap bahwa perusahaan fintech tersebut lebih percaya kepada wanita perihal mengembalikkan uang pinjaman.

Baca juga: Teliti Sebelum Meminjam Uang Via Fintech

"Mereka enggak kasih pinjaman ke laki-laki karena mungkin dianggap tidak pintar dalam mengelola uang. Sementara kalau di UangTeman ini 60 persen dari total nasabah prianya yang kreditnya macet," ucap dia.

Sementara itu, perwakilan dari Pendanaan.com, Dino Martin mengatakan bahwa sebagian besar peminjam pria yang kreditnya macet itu memang tak berniat melunasi pinjamannya.

"Menurut saya itu terjadi karena tidak ada itikad baik. Bisa dibedakan lah itu antara yang enggak mampu bayar dan enggak mau bayar," ucap dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pabrik Sepatu Bata Tutup, Kemenperin Bakal Panggil Manajemen

Pabrik Sepatu Bata Tutup, Kemenperin Bakal Panggil Manajemen

Whats New
Capai 12,5 Persen, Pertumbuhan Ekonomi Dua Wilayah Ini Tertinggi di Indonesia

Capai 12,5 Persen, Pertumbuhan Ekonomi Dua Wilayah Ini Tertinggi di Indonesia

Whats New
Per Februari 2024, Jumlah Pengangguran RI Turun Jadi 7,20 Juta Orang

Per Februari 2024, Jumlah Pengangguran RI Turun Jadi 7,20 Juta Orang

Whats New
Pembangunan Infrastruktur di Australia Jadi Peluang untuk Produsen Baja Lapis RI

Pembangunan Infrastruktur di Australia Jadi Peluang untuk Produsen Baja Lapis RI

Whats New
KAI Ubah Pola Operasi, 21 Kereta Berhenti di Stasiun Jatinegara

KAI Ubah Pola Operasi, 21 Kereta Berhenti di Stasiun Jatinegara

Whats New
Kejar Target 1 Juta Barrel Minyak, Industri Hulu Migas Hadapi Keterbatasan Rig

Kejar Target 1 Juta Barrel Minyak, Industri Hulu Migas Hadapi Keterbatasan Rig

Whats New
PGN Suplai Gas Bumi untuk Smelter Tembaga Freeport

PGN Suplai Gas Bumi untuk Smelter Tembaga Freeport

Whats New
KKP Kembangkan Jejaring Perbenihan Nasional Ikan Nila

KKP Kembangkan Jejaring Perbenihan Nasional Ikan Nila

Whats New
Kemenhub Evaluasi Pola Pengasuhan di STIP Jakarta

Kemenhub Evaluasi Pola Pengasuhan di STIP Jakarta

Whats New
Konsumsi Rumah Tangga Kembali Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Kuartal I-2024

Konsumsi Rumah Tangga Kembali Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Kuartal I-2024

Whats New
Frekuensi Perjalanan LRT Jabodebek Ditambah, Waktu Tunggu Lebih Cepat

Frekuensi Perjalanan LRT Jabodebek Ditambah, Waktu Tunggu Lebih Cepat

Whats New
Kepala Bappenas Sebut Pembangunan IKN Capai 80,82 Persen

Kepala Bappenas Sebut Pembangunan IKN Capai 80,82 Persen

Whats New
Simak Kurs Rupiah Hari Ini di BCA hingga BNI

Simak Kurs Rupiah Hari Ini di BCA hingga BNI

Spend Smart
Pabrik Sepatu Bata di Purwakarta Tutup, Bagaimana Prospek Sahamnya?

Pabrik Sepatu Bata di Purwakarta Tutup, Bagaimana Prospek Sahamnya?

Earn Smart
Ada Regulasi Ketransmigrasian Baru, Kemendes Sebut Sebagai Modal Pengembangan Transmigrasi Modern

Ada Regulasi Ketransmigrasian Baru, Kemendes Sebut Sebagai Modal Pengembangan Transmigrasi Modern

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com