Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tidak Terima Diputus Pailit, Nyonya Meneer Ajukan Kasasi ke MA

Kompas.com - 12/08/2017, 18:30 WIB
|
EditorAprillia Ika

SEMARANG, KOMPAS.com - PT Nyonya Meneer mengajukan upaya hukum untuk melawan putusan pailit dari Pengadilan Niaga Semarang. Pihak perusahaan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) pasca diputus pailit.

"Nyonya Meneer telah mengajukan kasasi tertanggal 10 Agustus melalui Kepaniteraan Pengadilan Niaga," kata kuasa hukum perusaaan ala Ode Kudus, Jumat (11/8/2017) di PN Semarang.

Menurut dia, dalam pengajuan kasasi, pihaknya terbatas oleh waktu. Oleh karenanya pada Kamis (10/8/2017) lalu, memori kasasi dititipkan melalui PN Semarang.

"Deadline waktunya hanya delapan hari setelah putusan," tambah La Ode. (Baca: Mendag Duga Nyonya Meneer Bangkrut Akibat Salah Kelola)

Pihak perusahaan, sambung dia, keberatan atas vonis pailit dari pengadilan. Majelis hakim selama memutus perkara dinilai tidak mendasarkan pada fakta di persidangan.

Pihak perusahaan juga telah berusaha membayar hutang kepada para kreditur. Batas waktu pembayaran hutang diangsur selama lima tahun setelah proses perjanjian perdamaian.

"Perusahaan sudah berusaha keras memenuhi kewajibannya sesuai perjanjian perdamaian yang telah disepakati dengan para kreditur," tambahnya.

Sebelumnya, pihak kurator telah mendata aset PT Nyonya Mener dan mengumpulkan para kreditur.

Untuk aset, kurator bahkan telah menyita enam aset. Aset yang disita yaitu, tanah dan bangunan di Jalan Raden Patah nomor 177, Nomor 191-193 dan 197-199.

Kemudian di Jalan Kaligawe KM4 Kota Semarang, Jalan Letjen Suprapto nomor 39 Semarang, dan Jalan Soekarno-Hatta KM28 Bergas Kidul, Kabupaten Semarang.

Selain menyita aset, Kurator juga telah mengumpulkan para kreditur untuk melakukan data ulang riwayat utang dengan pabrik jamu itu. Hakim pengawas memberi waktu verifikasi utang hingga 21 Agustus 2017 mendatang.

Sebelumnya, pada Kamis (3/8/2017), PT Nyonya Meneer dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang karena tak sanggup membayar utangnya kepada kreditor Hakim membatalkan dokumen perjanjian perdamaian yang telah disepakati pada tahun 2015 lalu.

Usai dinyatakan pailit, pengelolaan perusahaan diserahkan kepada tim pengurus dan kurator untuk proses tahapan selanjutnya. 

Kompas TV Perusahaan jamu legendaris Nyonya Meneer harus merumahkan karyawan dan terlilit utang Rp 89 miliar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penguatan IHSG Berlanjut hingga Sesi I Perdagangan, 3 Saham Ini Jadi Top Gainers LQ45

Penguatan IHSG Berlanjut hingga Sesi I Perdagangan, 3 Saham Ini Jadi Top Gainers LQ45

Whats New
BCA Targetkan Bank Digitalnya Mulai Untung pada 2023

BCA Targetkan Bank Digitalnya Mulai Untung pada 2023

Whats New
Hadapi Krisis Pangan Global, Mentan SYL Minta Penggunaan Alsintan Diperluas

Hadapi Krisis Pangan Global, Mentan SYL Minta Penggunaan Alsintan Diperluas

Whats New
Ramai Video Kecelakaan Kereta dengan Truk Pengangkut Mobil, Ini Kata KAI

Ramai Video Kecelakaan Kereta dengan Truk Pengangkut Mobil, Ini Kata KAI

Whats New
Kisruh Meikarta, Gelontor Iklan Rp 1,5 Triliun hingga Gugat Pembeli

Kisruh Meikarta, Gelontor Iklan Rp 1,5 Triliun hingga Gugat Pembeli

Whats New
Gandeng Toko Krisna hingga Kadin, Pemerintah Perkuat Pemasaran UMKM Oleh-oleh

Gandeng Toko Krisna hingga Kadin, Pemerintah Perkuat Pemasaran UMKM Oleh-oleh

Whats New
Sejarah Sodetan Ciliwung yang Dibilang Jokowi Mangkrak 6 Tahun

Sejarah Sodetan Ciliwung yang Dibilang Jokowi Mangkrak 6 Tahun

Whats New
Keluhan Penumpang soal Beda Tinggi dan Celah Peron dengan Pintu KRL dan Janji KAI Tambah Fasilitas

Keluhan Penumpang soal Beda Tinggi dan Celah Peron dengan Pintu KRL dan Janji KAI Tambah Fasilitas

Whats New
Cara Cek Ongkir J&T, JNE, TIKI, SiCepat, dan Pos Indonesia

Cara Cek Ongkir J&T, JNE, TIKI, SiCepat, dan Pos Indonesia

Work Smart
LPS Sebut Likuiditas Perbankan Sehat, Kredit dan DPK Tumbuh

LPS Sebut Likuiditas Perbankan Sehat, Kredit dan DPK Tumbuh

Whats New
Kadin Dukung Target Pencapaian Investasi RI Rp 1.400 Triliun pada 2023

Kadin Dukung Target Pencapaian Investasi RI Rp 1.400 Triliun pada 2023

Whats New
PHK Melalui Surel Dinilai Tak Hormati Pekerja, Ini yang Seharusnya Dilakukan Perusahaan

PHK Melalui Surel Dinilai Tak Hormati Pekerja, Ini yang Seharusnya Dilakukan Perusahaan

Whats New
Kata Luhut, Aturan Subsidi Kendaraan Listrik Bakal Terbit Februari

Kata Luhut, Aturan Subsidi Kendaraan Listrik Bakal Terbit Februari

Whats New
Elon Musk Sebut Produsen Mobil Listrik di China Bakal Jadi Pesaing Ketat Tesla

Elon Musk Sebut Produsen Mobil Listrik di China Bakal Jadi Pesaing Ketat Tesla

Whats New
Penguatan Berlanjut, IHSG Kembali Masuki Zona 6.900

Penguatan Berlanjut, IHSG Kembali Masuki Zona 6.900

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+