Trump Bakal Pangkas Pajak untuk Individu dan Korporasi

Kompas.com - 27/09/2017, 09:49 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berbicara di Springfield, Missouri, pada 30 Agustus 2017. (Foto:Dokumentasi) AFPPresiden Amerika Serikat, Donald Trump, berbicara di Springfield, Missouri, pada 30 Agustus 2017. (Foto:Dokumentasi)
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump dan partai Republik akan mengumumkan rencana reformasi pajak pada Rabu (27/9/2017) waktu setempat atau Kamis (28/9/2017) waktu Indonesia.

Trump akan memangkas pajak untuk korporasi dan kalangan duia usaha lainnya. Trump dan jajarannya juga mengajukan pajak untuk individu sebesar 35 persen. Namun, keputusan rencana ini tergantung pada Kongres terkait apakah akan menaikkan pajak untuk warga kaya.

Besaran pajak korporasi akan dipatok pada 20 persen, turun dibanding sebelumnya sebesar 35 persen. Dunia usaha pun dapat menghapus belanja modal mereka selama setidaknya 5 tahun.

Mengutip Bloomberg, pihak Gedung Putih belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini. Rencana tersebut juga akan memasang tiga golongan pajak untuk individu, yakni 12 persen, 25 persen, dan 35 persen. Angka tersebut turun dari sebelumnya 39,6 persen.

Komite pajak Kongres akan memberikan fleksibilitas untuk menambah golongan pajak individu, yakni untuk warga kaya, dengan tujuan untuk mencegah dugaan bahwa reformasi pajak tersebut akan menguntungkan warga kaya saja.

Pengumuman rencana reformasi pajak ini sudah ditunggu selama berbulan-bulan dan merupakan salah satu janji penting dalam kampanye Trump.

Selain itu, perusahaan-perusahaan yang meraup laba dari bisnis di luar negeri akan diberikan kebijakan pajak satu kali untuk membawa pulang atau merepatriasi perolehan untung mereka. Besarannya belum jelas, namun bisa bervariasi tergantung apakah pendapatan tersebut berupa uang tunai atau investasi yang tidak terlalu likuid.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Whats New
IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

Whats New
Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Whats New
Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Whats New
LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

Whats New
Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Whats New
Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Whats New
Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Whats New
Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Whats New
Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Whats New
Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Spend Smart
Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Spend Smart
Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Whats New
Mau Jadi Negara Maju, Porsi Pasar Keuangan RI Harus 400 Persen dari PDB

Mau Jadi Negara Maju, Porsi Pasar Keuangan RI Harus 400 Persen dari PDB

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.