Kompas.com - 05/10/2017, 14:48 WIB
Pool taksi Blue Bird di Mampang Prapatan, Rabu (23/3/2016). Nibras Nada NailufarPool taksi Blue Bird di Mampang Prapatan, Rabu (23/3/2016).
Penulis Achmad Fauzi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan angkutan taksi PT Blue Bird Tbk (BIRD) menyatakan persaingan dengan taksi online tetap akan terjadi dalam bisnis transportasi darat. 

Direktur Blue Bird Group, Sigit Priawan Djokosoetono menyatakan, adanya persaingan tersebut tidak lantas mendorong perseroan untuk menjual aset dan memangkas karyawan.

"Kami tidak ada (rencana menjual aset dan memangkas karyawan. Kalau penjualan kendaraan itu sudah biasa, bagian dari peremajaan," ujar Sigit kepada Kompas.com, Kamis (5/10/2017). 

Sigit menuturkan, untuk bersaing dengan taksi online, perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi. 

Salah satu strateginya yakni fokus pada peningkatan pelayanan dan menyiapkan teknologi tinggi. 

(Baca: Pendapatan Merosot, Taksi Express Harus Jual Aset dan PHK Pegawai)

Dalam hal ini, lanjut dia, perseroan telah mempunyai pemesanan taksi yang menggunakan aplikasi yang dinamakan MyBlueBird. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tidak hanya itu, Blue Bird juga telah bermitra dengan perusahaan aplikasi Go-Jek, sehingga pemesanan bisa dilakukan melalui aplikasi Go-Jek. 

"Kami juga sudah punya aplikasi. Sudah online juga. Selama ini sudah bisa digunakan di sembilan kota. Kami akan kembangkan lagi di kota-kota lain," jelas dia. 

Namun sayangnya, Sigit enggan menanggapi terkait dengan persaingan tarif antara tarif konvensional dengan taksi online.

(Baca: Cerita Mochtar Riady soal Kuatnya Blue Bird Sebelum Ada Taksi Online)

 

Selain itu, dia juga enggan menjawab terkait dengan pengaruh taksi online terhadap bisnis perseroan. 

"Kami kan mengikuti peraturan yang ada, sekali lagi persaingan tetap akan timbul, tinggal disesuaikan dengan aturan untuk menjaga terjadinya persaingan tidak sehat," pungkas dia. 

Sebelumnya, perusahaan taksi lainnya, PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) menyatakan berencana menjual sejumlah aset, yakni tanah dan rumah toko (ruko). Selain itu, Express juga menyatakan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 250 orang pegawai.

(Baca: Kerja Sama GO-JEK dan Blue Bird Ciptakan Iklim Bisnis yang Kondusif)

Menurut pihak TAXI, tingkat utilitas armada taksi mengalami penurunan karena adanya peralihan ke jasa transportasi berbasis aplikasi.

Hingga berita ini diturunkan pukul 14.45 WIB, saham BIRD masih tetap di 4.840 sementara saham TAXI di turun 3,85 persen ke level 75 dari penutupan sebelumnya di level 78. 

Kompas TV Pemerintah kota London menganggap cara Uber berbisnis dengan tidak patut.



Rekomendasi untuk anda
WORK SMART
Politik Kantor
Politik Kantor
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.