Pelindo IV Tingkatkan Aktivitas Bongkar Muat di Pelabuhan Makassar

Kompas.com - 17/10/2017, 14:00 WIB
Proses pengerjaan proyek Makassar New Port (MNP) di pelabuhan petikemas PT Pelindo IV Makassar, Selasa (31/5/2016). KOMPAS.com/Hendra CiptoProses pengerjaan proyek Makassar New Port (MNP) di pelabuhan petikemas PT Pelindo IV Makassar, Selasa (31/5/2016).
|
EditorAprillia Ika

MAKASSAR, KOMPAS.com - PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo IV) tingkatkan aktivitas bongkar muat dengan memanfaatkan dan memaksimalkan Terminal Curah Dermaga 150 (Hatta) di Pelabuhan Makassar. 

Pelindo IV menggunakan dua unit alat Harbour Mobile Crane (HMC) berkapasitas 10.000 ton per hari.

General Manager Pelindo IV Cabang Makassar, Aris Tunru, Selasa (17/10/2017) mengatakan, pemanfaatan dan memaksimalkan Dermaga 150 Meter sebagai Terminal Curah Kering menggunakan dua unit HMC yang kapasitas bongkar muatnya dua kali lipat dari alat bongkar muat manual yang biasa digunakan.

Peningkatan kinerja di Dermaga 150 Meter Pelabuhan Makassar sesuai surat edaran yang dikeluarkan Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Makassar tentang Optimalisasi Pemanfaatan Fasilitas Terminal Curah Kering Pelabuhan Makassar yang berlaku sejak 1 Oktober 2017 kemarin.

Menurut Aris, pemanfaatan Dermaga 150 Meter sebagai Terminal Curah Kering menggunakan HMC, sebenarnya juga untuk menekan beban biaya bongkar muat pengusaha.

"Hal ini juga untuk memenuhi target produktivitas yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan RI," katanya.

Aris menjelaskan, peningkatan kinerja ini, otomatis mengurangi biaya demorage kapal. Sehingga beban pengusaha turut berkurang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena waktu bongkar juga menjadi lebih cepat dari biasanya 10 hari dengan HMC hanya memakan waktu 5 hari atau berkurang sekira 50 persen.

Selain itu, pendapatan buruh di Pelabuhan Makassar pun akan bertambah seiring semakin meningkatnya volume pekerjaan yang dilakukan setiap hari.

"Peningkatan aktivitas bongkar muat tersebut sudah disosialisasikan pihaknya kepada para pengusaha pemilik barang selama 6 bulan hingga satu tahun lamanya. Nah, saat ini sudah lebih dari satu tahun sejak sosialisasi, sehingga per 1 Oktober 2017 kami mulai,” jelas Aris.

Lebih jauh lagi kata dia, melalui aktivitas bongkar muat yang semakin tinggi dengan menggunakan alat bongkar muat HMC yang kapasitasnya mencapai kurang lebih 10.000 ton per hari, akan semakin memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai lumbung pangan karena ketersediaan pupuk di tingkat petani.

"Jadi dengan alat bongkar muat HMC yang kami miliki, kapasitas bongkar muat di Dermaga 150 Meter jadi meningkat dua kali lipat. Pendapatan buruh jadi bertambah, cost yang dikeluarkan pengusaha pemilik barang juga menjadi berkurang," kata dia. 

Kompas TV Kemacetan panjang sempat terjadi di luar lokasi peringatan HUT ke-72 TNI di Dermaga PT Indah Kiat, Cilegon, Banten.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.