Sempat Dilarang Berbisnis, Pemuda Ini Raih Omzet Ratusan Juta dari Celana Jeans

Kompas.com - 31/10/2017, 08:08 WIB
Rumah Denim KONTAN/BAIHAKIRumah Denim
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

Pada tahap awal, dirinya tak memiliki satupun outlet atau toko. Ali hanya menjalankan bisnis konveksi celana melalui jejaring internet dan mengandalkan salah satu platfrom terpoluler kala itu, Kaskus.

"Mulainya itu kira-kira tahun 2010 dan pas mulai buka toko tahun 2012," ungkapnya.

Pada tahun 2012, Ali mulai menjauh dari lingkungan kampus. Ia fokus mengembangkan usaha konveksinya bersama satu orang penjahit dengan membuka satu outlet di sekitaran Pamulang, Tangerang Selatan.

"Saya buka toko awal, tidak ngomong sama orang tua saya, dua bulan nginap di toko, dua bulan itu saya jaga toko, handle pesanan yang di online juga semuanya serba sendiri, sama satu orang penjahit," kata Ali.

Kemudian, seperti pepatah bilang, 'Sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga'. Usaha Ali diketahui oleh orang tuanya, dan dia pun diberikan kebebasan untuk terus menjalankan bisnis atau melanjutkan kuliahnya.

"Dari situ yaudah terserah kamu deh mau terus atau enggak, dan akhirnya kuliahnya saya baru lulus tahun 2015 kemarin," ungkap Ali.

Hingga saat ini, Ali memiliki gerai Rumah Denim di beberapa lokasi, mulai dari Pamulang, Tangerang Selatan, Mal Gandaria City, Jakarta Selatan, Bintaro, hingga Bekasi Jawa Barat.

"Omzet keseluruhan kalau lagi sepi ya di angka Rp 180 juta per bulan, kalau ramai bisa sampai Rp 350 juta per bulan," papar Ali.

Dalam memasarkan produk celana jeans custom-nya, Ali memanfaatkan jejaring sosial seperti Instagram, Line, dan WhatsApp.

Kemudian, untuk produksi, usahanya menggunakan bahan baku celana dari produk lokal dan produk impor, untuk lokal berasal dari Bandung dan Solo, sedangkan impor dari Thailand, Jepang, dan China.

(Baca: Sukses Berbisnis Pisang Goreng Madu, Bu Nanik Umrahkan Para Pegawainya)

Sementara satu celana jeans custom memiliki rentang harga yang berbeda-beda tergantung jenis bahan dan ukuran, mulai dari Rp 165.000 hingga Rp 980.000 per celana.

"Pesanan kalau bulan-bulan biasa tidak ada hari raya ataupun hari-hari besar 1.000 sampai 3.000 pcs celana. Tapi kalau ada momen-momen tertentu bisa sampai 5.000 pcs, dan kalau ada event-event akhir tahun produksi untuk brand orang atau khusus partai besar bisa sampai puluhan ribu celana," pungkas Ali.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Traveling Sambil Dapat Cuan? Simak Tipsnya

Ingin Traveling Sambil Dapat Cuan? Simak Tipsnya

Earn Smart
Cara Daftar dan Tips Agar Lolos Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 29

Cara Daftar dan Tips Agar Lolos Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 29

Whats New
Cara Daftar BRImo dengan Mudah Tanpa Harus ke Bank

Cara Daftar BRImo dengan Mudah Tanpa Harus ke Bank

Spend Smart
Larangan Ekspor CPO Bikin Harga Sawit Anjlok, Petani Mengaku Rugi Rp 11,7 Triliun

Larangan Ekspor CPO Bikin Harga Sawit Anjlok, Petani Mengaku Rugi Rp 11,7 Triliun

Whats New
Ada Pekerjaan Rekonstruksi, Jasa Marga: Ruas Tol Jakarta Cikampek Tetap Beroperasi Normal

Ada Pekerjaan Rekonstruksi, Jasa Marga: Ruas Tol Jakarta Cikampek Tetap Beroperasi Normal

Whats New
PASPI: Larangan Ekspor CPO Tak Efektif Membuat Harga Minyak Goreng Murah di Dalam Negeri

PASPI: Larangan Ekspor CPO Tak Efektif Membuat Harga Minyak Goreng Murah di Dalam Negeri

Whats New
Contoh Surat Perjanjian Kontrak Rumah dengan Meterai

Contoh Surat Perjanjian Kontrak Rumah dengan Meterai

Whats New
Kurang dari 3 Bulan, Kilang Balikpapan Dua Kali Kebakaran

Kurang dari 3 Bulan, Kilang Balikpapan Dua Kali Kebakaran

Whats New
Update Jadwal KA Bandara YIA, Cek Rute Kereta Bandara YIA Terbaru

Update Jadwal KA Bandara YIA, Cek Rute Kereta Bandara YIA Terbaru

Whats New
Mentan SYL Ajak Saudagar Bugis Bangun Sektor Pertanian

Mentan SYL Ajak Saudagar Bugis Bangun Sektor Pertanian

Rilis
Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang yang Baik dan Benar

Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang yang Baik dan Benar

Whats New
Harga Sawit Anjlok, Petani Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

Harga Sawit Anjlok, Petani Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

Whats New
Jangan Lupa, Hari Ini Ada Pemeliharaan Jalan Tol Cipularang dan Jagorawi

Jangan Lupa, Hari Ini Ada Pemeliharaan Jalan Tol Cipularang dan Jagorawi

Whats New
Pemangku Kepentingan Kelapa Sawit Minta Pemerintah Evaluasi Larangan Ekspor CPO

Pemangku Kepentingan Kelapa Sawit Minta Pemerintah Evaluasi Larangan Ekspor CPO

Whats New
India Larang Ekspor Gandum, Ekonom : Bisa Bikin Harga Daging dan Telur Naik

India Larang Ekspor Gandum, Ekonom : Bisa Bikin Harga Daging dan Telur Naik

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.