Ini Komentar Uber Terkait Peraturan Taksi Online

Kompas.com - 09/11/2017, 14:20 WIB
General Manager Uber untuk kawasan Asia Tenggara dan Utara, Chan Park memberikan keterangan pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/11/2017). Perusahaan penyedia layanan transportasi online Uber secara resmi melakukan kerja sama dengan perusahaan e-commerce Tokopedia dengan mengintegrasi layanan tumpangan langsung dan transaksi Gift Card melalui platform Tokopedia. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGGeneral Manager Uber untuk kawasan Asia Tenggara dan Utara, Chan Park memberikan keterangan pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/11/2017). Perusahaan penyedia layanan transportasi online Uber secara resmi melakukan kerja sama dengan perusahaan e-commerce Tokopedia dengan mengintegrasi layanan tumpangan langsung dan transaksi Gift Card melalui platform Tokopedia. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi Uber masih irit bicara mengomentari peraturan tentang taksi online yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). 

Aturan tentang taksi online diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek (PM 108).

General Manager Uber Kawasan Asia Tenggara dan Utara, Chan Park mengatakan, pihaknya masih terus berdialog dengan pemerintah terkait dengan pelaksanaan peraturan tersebut. 

(Baca: Pengemudi Taksi Online Diberi Waktu 3 Bulan untuk Uji Kir)

"Kami melakukan dialog cukup banyak dengan pemerintah. Akan tetapi tidak ada banyak yang bisa diungkap saat ini, karena masih dalam proses dialog. Itu butuh waktu," ujar Park di Gedung D.Lab, Jakarta, Kamis (9/11/2017). 

Park menuturkan, salah satu peraturan yang dapat dipertimbangkan adalah mengenai masalah kuota. Namun sayangnya, Park lagi-lagi tidak menjelaskan terkait masalah kuota. 

"Itu (kuota) salah satu hal yang kami konsiderasikan, tetapi ada banyak cara untuk memastikan platform kami bisa digunakan," kata dia. 

Hingga saat ini, ungkap Park, uber telah hadir di 34 kota. Menurut dia, Uber saat ini memang fokus pada ekspansi pelayanan. 

"Lalu ekspansi tidak hanya kota dan demografi saja tapi juga mencari cara baru untuk menyediakan pelayanan. Ekspansi adalah hal yang pentingnbagi kami karena tujuan kami adalah menggapai sebanyak mungkin pengguna di indonesia," pungkas dia. 

Kompas TV Pada akhirnya, anggota parlemen Brasil sepakat untuk menerapkan aturan dengan versi yang lebih ringan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X