Elpiji 3 Kg Overkuota, Pertamina Bakal Tombok Rp 1 Triliun

Kompas.com - 08/12/2017, 22:48 WIB
Pekerja mengisi LPG ke tabung Elpiji ukuran tiga kilogram di Depot LPG Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (28/7/2017). Depot LPG milik PT Pertamina (Persero) yang berada di wilayah Marketing Operation Region III Jawa Bagian Barat tersebut mampu mendistribusikan sebanyak 3250 Metric Ton per harinya dengan berbagai jenis produk seperti Elpiji, Bright Gas, Vi-Gas, HAP Series (propellant ramah lingkungan), dan Musicool (refrigerant hidrokarbon ramah lingkungan). ANTARA FOTO/Widodo S JusufPekerja mengisi LPG ke tabung Elpiji ukuran tiga kilogram di Depot LPG Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (28/7/2017). Depot LPG milik PT Pertamina (Persero) yang berada di wilayah Marketing Operation Region III Jawa Bagian Barat tersebut mampu mendistribusikan sebanyak 3250 Metric Ton per harinya dengan berbagai jenis produk seperti Elpiji, Bright Gas, Vi-Gas, HAP Series (propellant ramah lingkungan), dan Musicool (refrigerant hidrokarbon ramah lingkungan).
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS. com — PT Pertamina (Persero) memprediksi penyaluran gas elpiji 3 kilogram bersubsidi pada tahun 2017 ini akan membengkak dari kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Hingga akhir Desember 2017 penyaluran elpiji 3 kilogram atau gas melon akan melebihi kuota sekitar 1,6 persen dari yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017 sebesar 6,199 juta Metric Ton (MT).

Prediksi tersebut dengan melihat angka realisasi penyaluran gas elpiji melon pada akhir November 2017 telah mencapai 5,750 juta MT atau 93 persen dari kuota yang ditetapkan dalam APBN-P 2017.

Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar mengungkapkan, terjadinya overkuota penyaluran tersebut berpotensi Pertamina menanggung kekurangan pagu anggaran ( subsidi elpiji) dalam APBN-P hingga Rp 1 triliun.

Baca juga: Pertamina Temukan Indikasi Elpiji 3 Kg Subsidi Salah Sasaran

“Kelebihan 1,6 persen itu kurang lebih 100.000 MT dikalikan saja dengan harga per tabungnya. Itu sekitar Rp 600 miliar sampai Rp 1 triliun,” ungkap Iskandar di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Iskandar mengatakan, pada pembahasan awal APBN 2017, pihaknya telah mengajukan penambahan kuota subsidi elpiji 3 kilogram sebesar 7 juta MT.

Namun, pada saat persetujuan APBN 2017, kuota subsidi yang disetujui hanya 6,5 juta MT. Dan pada APBN-P 2017 kembali mengalami perubahan menjadi 6,19 juta MT.

“Walaupun overkuota, tidak akan kita rem subsidinya,” ujar Iskandar.

Berdasarkan data Pertamina, hingga akhir November 2017 realisasi penyaluran elpiji 3 kilogram bersubsidi mencapai 5,750 juta MT atau 93 persen dari kuota yang ditetapkan pada APBN-P 2017 sebesar 6,199 juta MT.

Sampai akhir Desember, realisasinya diperkirakan melebihi kuota sekitar 1,6 persen di atas kuota APBN-P 2017 tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X