BCA Dorong Para Debitornya Melantai di Bursa Efek Indonesia

Kompas.com - 11/12/2017, 11:14 WIB
Pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (11/12/2017) oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Group di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/12/2017). KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTOPembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (11/12/2017) oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Group di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/12/2017).
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tengah mendorong para debitor korporasinya agar bertransformasi menjadi perusahaan publik melalui skema penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO).

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Workshop Road to Go Public with BCA yang bekerja sama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Wakil Presiden Direktur BCA Armand W Hartono mengatakan, kegiatan tersebut memberikan awareness dan konsultasi teknis mengenai proses go public dan diikuti oleh sekitar 60 debitor korporasi dan komersial BCA yang belum go public

"Kami berharap debitor dapat menyadari manfaat permodaIan yang diperoleh dari pasar modal dalam meningkatkan modal kerja perusahaan, yang penting untuk pertumbuhan perusahaan, melakukan investasi, hingga melakukan akuisisi," kata Armand di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/12/2017).

Baca juga: Gratis, Ganti Kartu Debit BCA yang Dilengkapi Chip

Armand menyebutkan, BCA sendiri sudah melakukan IPO pada tahun 2000 silam. Hal itu dilakukan untuk menguatkan posisi perseroan dalam industri perbankan nasional, meski Indonesia baru pulih dari krisis moneter pada 1998.

"2000 kami go public, kami tidak bisa mendapatkan akses modal yang lebih besar, apalagi sebagai bank, bank itu adalah industri yang selalu butuh modal," kata Armand.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, untuk menjadi perusahaan terbuka, calon emiten atau perusahaan perlu melaksanakan Good Corporate Governance (GCG) sebagai salah satu persyaratan go public.

”Penerapan GCG menjadi penting karena dapat berkontribusi mempertahankan dan meningkatkan kelangsungan usaha yang sehat dan kompetitif dalam jangka panjang (sustainable), serta tentunya meningkatkan kepercayaan para investor, pemegang saham, dan pemangku kepentingan lainnya," tutur Armand.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.