Gara-gara Brexit, Inggris Kehilangan 65.000 Pekerjaan Ritel

Kompas.com - 15/12/2017, 12:00 WIB
|
EditorAprillia Ika

KOMPAS.com – British Exit (Brexit) membawa dampak buruk bagi perekonomian Inggris. Sebanyak 65.000 pekerjaan ritel dilaporkan telah hilang setelah negeri Big Ben memutuskan hengkang dari Uni Eropa.

Data ketenagakerjaan yang diterbitkan Rabu (13/12/2017) menunjukkan, jumlah pekerjaan ritel di Inggris turun hingga di bawah 5 juta per September lalu.

Lesunya daya beli membuat libur akhir tahun dipandang tak lagi berdaya magis. "Ini mencerminkan tekanan pada sektor ritel," ucap Howard Archer, ekonom EY, dilansir CNN Money.

"Belanja konsumen melemah sepanjang tahun ini dan penjualan ritel pun ikut terpengaruh,” sambung dia.

Baca juga: Rhenald Kasali: Ritel Modern Perlu Adaptasi Perubahan Perilaku Konsumen

Data yang dihimpun IHS for Visa (V) mengonfirmasi cekaknya pengeluaran warga Inggris di sektor ritel.

Ada penurunan sebesar 3,5 persen dari tahun sebelumnya per November lalu. Itu adalah penurunan berturut-turut dalam 7 bulan terakhir dan menjadi salah satu penurunan terbesar sejak 2012. Pihak Visa memperkirakan total belanja konsumen masih akan tertekan pada akhir tahun ini.

Sejumlah pengamat ekonomi memandang terguncangnya sektor ritel Inggris merupakan salah satu konsekuensi Brexit.

Nilai mata uang Poundsterling juga merosot sejak hasil referendum Brexit pada Juni 2016.

Pada saat bersamaan, kenaikan upah tak mampu mengikuti laju inflasi, yang mencapai 3,1 persen di bulan November.

Ilustrasi ritelWavebreakmedia Ltd Ilustrasi ritel
Kalangan peminjam kredit ikut tercekik akibat kenaikan suku bunga oleh Bank of England.

Halaman:
Sumber CNN Money


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lowongan Kerja Tempo Scan untuk Lulusan S1, Cek Posisi dan Syaratnya

Lowongan Kerja Tempo Scan untuk Lulusan S1, Cek Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Kode Transfer dan Cara Top Up ShopeePay melalui Bank BCA

Kode Transfer dan Cara Top Up ShopeePay melalui Bank BCA

Whats New
Harga Turun Per 1 Oktober, Simak Rincian Harga BBM Shell Terbaru di 5 Daerah

Harga Turun Per 1 Oktober, Simak Rincian Harga BBM Shell Terbaru di 5 Daerah

Whats New
Daftar Harga Pertamax Terbaru dari Aceh hingga Papua per 1 Oktober 2022

Daftar Harga Pertamax Terbaru dari Aceh hingga Papua per 1 Oktober 2022

Whats New
4 SPBU Kompak Turunkan Harga, Ini Perbandingan Harga BBM Terbaru di Pertamina, Shell, Vivo, BP-AKR

4 SPBU Kompak Turunkan Harga, Ini Perbandingan Harga BBM Terbaru di Pertamina, Shell, Vivo, BP-AKR

Whats New
4 Tips Menghadapi Dampak Inflasi, Apa Saja?

4 Tips Menghadapi Dampak Inflasi, Apa Saja?

Spend Smart
Harga Pertamax Turun, Kapan Giliran Pertalite dan Solar Subsidi?

Harga Pertamax Turun, Kapan Giliran Pertalite dan Solar Subsidi?

Whats New
Biaya Admin BCA Syariah, Setoran Awal, dan Limitnya

Biaya Admin BCA Syariah, Setoran Awal, dan Limitnya

Spend Smart
Per 1 Oktober 2022, Harga Pertamax Turun, Kini Hanya Terpaut Rp 250 Dibanding BP 92 di BP-AKR

Per 1 Oktober 2022, Harga Pertamax Turun, Kini Hanya Terpaut Rp 250 Dibanding BP 92 di BP-AKR

Whats New
SPBU BP-AKR Turunkan Harga BP 92 Setara Pertamax Jadi Rp 14.150 Per Liter

SPBU BP-AKR Turunkan Harga BP 92 Setara Pertamax Jadi Rp 14.150 Per Liter

Whats New
Harga Pertamax Turun, SPBU BP-AKR Ikut Turunkan BBM BP 90, BP 92, dan BP 95

Harga Pertamax Turun, SPBU BP-AKR Ikut Turunkan BBM BP 90, BP 92, dan BP 95

Whats New
Harapan Menaker, BSU Ringankan Beban Para Pekerja Terdampak Kenaikan Harga BBM

Harapan Menaker, BSU Ringankan Beban Para Pekerja Terdampak Kenaikan Harga BBM

Whats New
Judi Porkas, Undian Lotre yang Dilegalkan pada Masa Soeharto

Judi Porkas, Undian Lotre yang Dilegalkan pada Masa Soeharto

Whats New
Sejarah Ekonomi China, Mengaku Komunis, tapi Sering Dianggap Kapitalis

Sejarah Ekonomi China, Mengaku Komunis, tapi Sering Dianggap Kapitalis

Whats New
4 Langkah Bekerja dengan Efisien dan Efektif

4 Langkah Bekerja dengan Efisien dan Efektif

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.