Saat Jokowi Curhat soal Anak-anaknya yang Tak Meneruskan Usaha Meubel

Kompas.com - 19/12/2017, 09:32 WIB
Presiden Joko Widodo saat membuka rapat paripurna kabinet di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12/2017). KOMPAS.com/IHSANUDDINPresiden Joko Widodo saat membuka rapat paripurna kabinet di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12/2017).
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuturkan bagaimana dirinya menjadi pengusaha meubel selama puluhan tahun. Dia mengaku tahu rumitnya untuk mengurus perizinan usaha.

"Saya sudah 27 tahun jadi pengusaha meubel. Usaha saya sampai sekarang masih berjaulan. Perusahaan saya mengekspor meubel ke Eropa, Amerika, lalu sekarang banyak juga ke Korea dan Jepang. Jadi saya tahu betul seluk-beluk berusaha," sebut dia dalam akun Facebook resminya, Senin (18/12/2017) malam.

"Seperti yang saya ceritakan dalam acara Entrepreneurs Wanted! di Bandung siang tadi, saya tahu betul bagaimana susahnya cari modal usaha di awal-awal, kemudian keliling-keliling mencari pembeli, mengurus perizinan yang rumit, mengisi SPT pajak, mengurus karyawan, pegawai, dan mengurusi alat-alat produksi," tambah dia.

Dalam tulisannyam Jokowi juga mengungapkan dirinya sedih karena tiga anak tidak ada yang meneruskan usaha yang dibangunnya. "Kurang apa? Pabriknya ada, alat-alat produksinya ada, karyawannya ada," sebutnya.

Baca juga: Jokowi: Bogor-Sukabumi 6 Jam? Keterlaluan...

Dia mengatakan, sempat shock saat anak sulungnya, Gibrab Rakabuming Raka  yang memberitahu dirinya akan berjualan martabak.

"Dalam hati saya, 'Waduh, jualan martabak. Tapi kemudian apa yang terjadi? Saya terkejut, hanya dalam rentang waktu lima tahun saja brand value pabrik kayu yang saya bangun ternyata sudah kalah jauh dari brand value martabak milik Gibran. Merek usaha martabak Gibran nilainya lima kali lipat dari merek pabrik kayu saya," papat Jokowi.

Rupanya lanjut Presiden, brand value tersebut yang membedakan antara generasi tua dengan generasi muda saat ini.

"Generasi dahulu seperti saya lebih bangga jika memiliki aset besar, karyawan banyak, dan ekspor besar. Saat ini ada hal yang lebih besar nilainya yakni brand value. Itulah sebabnya saya tidak kaget lagi ketika tiga bulan lalu, anak bungsu saya Kaesang, juga datang dan menyampaikan, 'Pak, saya mau jualan pisang goreng'. Ya sudah," tutur Joko Widodo

Hingga jam 8.30 WIB pagi ini, Selasa (19/12/2017), curahan hati Jokowi mengenai usaha meubelnya sudah dibagikan oleh lebih dari 15.000 orang, di-Like oleh lebih dari 135.000 orang dan dikomentari 10.000-an orang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.