Korea Selatan Minat Investasi di Proyek LRT Jabodebek

Kompas.com - 20/12/2017, 15:05 WIB
Suasana pembangunan proyek transportasi masal Light Rail Transit (LRT) di sepanjang Tol Jagorawi, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Minggu (23/7/2017). Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk, Budhi Harto mengungkapkan, nilai pembangunan prasarana LRT Jabodebek di kontrak awal sebesar Rp23,39 triliun sudah termasuk PPN 10 persen. Namun, setelah dihitung lagi, ongkos konstruksi LRT dapat ditekan lebih murah menjadi Rp 19,7 triliun dan belum termasuk PPN 10 persen dan sesuai arahan Presiden Jokowi, pemerintah akan tetap mengejar target penyelesaian proyek LRT Jabodebek pada awal 2019. ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya/foc/17.ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya Suasana pembangunan proyek transportasi masal Light Rail Transit (LRT) di sepanjang Tol Jagorawi, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Minggu (23/7/2017). Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk, Budhi Harto mengungkapkan, nilai pembangunan prasarana LRT Jabodebek di kontrak awal sebesar Rp23,39 triliun sudah termasuk PPN 10 persen. Namun, setelah dihitung lagi, ongkos konstruksi LRT dapat ditekan lebih murah menjadi Rp 19,7 triliun dan belum termasuk PPN 10 persen dan sesuai arahan Presiden Jokowi, pemerintah akan tetap mengejar target penyelesaian proyek LRT Jabodebek pada awal 2019. ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya/foc/17.

JAKARTA, KOMPAS.com - Korea Selatan menyampaikan ketertarikannya untuk berinvestasi dalam proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek.

Hal itu disampaikan  Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korea Selatan Kim Hyunmee saat dibertemu dengan Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Seoul, Selasa (19/12/2017).

Menteri Kim mengatakan, pihaknya telah berkomitmen untuk turut serta dalam pembiayaan LRT tahap dua dan tiga tetapi yang masih diharapkannya adalah kepastian investasi.

“Korea Selatan sangat tertarik mengikuti tender bakal pelanting untuk LRT, produk kami ini sudah terkenal secara global,” ujar Kim seperti dikutip dalam keterangan resmi Menko Kemaritiman, Rabu (20/12/2017).

Menurut dia, negaranya telah sukses melakukan pembangunan kereta api cepat yang diadaptasi dari teknologi Perancis.

Kim mengatakan, saat ini Korsel mengalokasikan lebih banyak lagi dana untuk investasi infrastruktur di luar negeri. Dia menyebut, seiring dengan tren yang mendunia saat ini, pemerintahnya sekarang sedang sangat aktif berinvestasi di bidang infrastruktur.

“Kami mengalokasikan dana untuk pembiayaan infrastruktur negara-negara berkembang, tahun ini nilainya kami naikkan 500 miliar dollar AS dari jumlah tersebut, 100 miliar dollar AS kami alokasikan untuk negara-negara ASEAN,” katanya.

Sementara itu, Luhut menyambut baik dan menjanjikan untuk memberitahukan jika tender sudah dibuka.  

Dia mengatakan investasi luar negeri dibutuhkan karena dana APBN tidak mungkin cukup untuk membiayai proyek infrastruktur di Indonesia.

Baca juga : Subsidi Tiket LRT Jabodebek 12 Tahun, Kemenhub Siapkan Rp 14 Triliun



EditorErlangga Djumena

Close Ads X