Dianggap Langgar Perjanjian, Pasaraya Gugat Matahari Departement Store

Kompas.com - 17/01/2018, 08:56 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pasaraya Tosersajaya menggugat balik PT Matahari Departement Store, Tbk terkait penutupan gerai PT Matahari Departement Store Tbk di pusat perbelanjaan milik Pasaraya.

Kuasa Hukum Pasaraya, Mulyadi mengatakan, gugatan Pasaraya terhadap Matahari disebabkan oleh adanya persoalan dalam perjanjian sewa-menyewa.

"Ini awalnya sebenarnya dari hubungan sewa-menyewa, atau kerja sama, kemudian tiba-tiba perjanjian itu diakhiri, menurut kami itu diakhiri secara sepihak," ujar Mulyadi kepada Kompas.com, Rabu (17/1/2018).

Mulyadi mengungkapkan, pada perjanjian sewa-menyewa tersebut memiliki jenjang waktu selama 10 tahun dan bisa diperpanjang hingga 10 tahun.

"Perjanjian itu baru berjalan 2,5 tahun tiba-tiba kemudian Matahari menyampaikan bahwa mereka mengalami kerugian yang masif dan yang besar menurut mereka konsep yang dijalankan tidak terlaksana dengan baik," jelas Mulyadi.

Menurutnya, sebagai pemilik pusat perbelanjaan, pihak Pasaraya telah memberikan berbagai sarana maupun fasilitas kepada Matahari selaku penyewa tempat.

Seperti lahan sewa, fasilitas sarana jalan, meningkatkan jumlah pengunjung ke kawasan Pasaraya Blok M yang mencapai lebih dari 10.000 hingga 12.000 orang per hari.

"Jadi itu semua sudah diberikan tapi tiba-tiba mereka mengajukan tuntutan secara perdata kepada Pasaraya intinya mau minta ganti rugi atas kerugian yang mereka alami, kami juga bingung apa dasarnya, kalau memang mau berakhir hubungan kerjasamanya ya sampaikan saja," paparnya.

Dalam gugatannya, Pasaraya meminta pembayaran lunas dari beberapa kewajiban Matahari yakni, perjanjian sewa tempat di Pasaraya Blok M dan Pasaraya Manggarai dengan masing-masing sebesar Rp 17,38 miliar dan Rp 12,24 miliar.

Kemudian sisa pembayaran sewa sejumlah Rp 230,74 miliar di Blok M dan Rp 125,9 miliar di Manggarai.

"Mereka mengajukan gugatan dengan alasan kami wanprestasi sehingga mengakibatkan mereka mengalami kerugian karena tidak laku karena barang tidak dapat dijual dan mereka mengalami kerugian," papar Mulyadi.

Sementara itu, hingga saat ini Kompas.com belum mendapatkan tanggapan dari pihak PT Matahari Departement Store, Tbk.

Sekretaris Perusahaan Matahari Miranti Hadisusilo tidak memberikan respon atas pesan singkat maupun telepon dari Kompas.com.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Negara Kantongi Rp 61 Triliun dari WNI yang 'Sembunyikan' Hartanya di Luar Negeri

Negara Kantongi Rp 61 Triliun dari WNI yang "Sembunyikan" Hartanya di Luar Negeri

Whats New
Sri Mulyani Siap Cairkan Duit APBN Rp 7,5 Triliun ke Garuda yang Lagi Dilanda Utang

Sri Mulyani Siap Cairkan Duit APBN Rp 7,5 Triliun ke Garuda yang Lagi Dilanda Utang

Whats New
6 Cara Cek Tagihan Listrik PLN lewat HP dengan Mudah

6 Cara Cek Tagihan Listrik PLN lewat HP dengan Mudah

Whats New
Peserta Tax Amnesty Jilid II Paling Banyak 'Sembunyikan' Hartanya di Singapura

Peserta Tax Amnesty Jilid II Paling Banyak "Sembunyikan" Hartanya di Singapura

Whats New
Pertamina Terima Kompensasi Rp 64 Triliun dari Negara

Pertamina Terima Kompensasi Rp 64 Triliun dari Negara

Whats New
Survei CPI: Perbankan Lebih Banyak Alokasikan Dana ke UMKM daripada ke Sektor Hijau

Survei CPI: Perbankan Lebih Banyak Alokasikan Dana ke UMKM daripada ke Sektor Hijau

Rilis
Diterpa Isu Bakal Tutup, SehatQ Buka Suara

Diterpa Isu Bakal Tutup, SehatQ Buka Suara

Whats New
Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai, Ini Solusi Bagi yang Tidak Punya HP

Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai, Ini Solusi Bagi yang Tidak Punya HP

Whats New
Menaker: Sebagian Hidup Menpan-RB Tjahjo Kumolo Didedikasikan untuk Negara

Menaker: Sebagian Hidup Menpan-RB Tjahjo Kumolo Didedikasikan untuk Negara

Whats New
Tolak Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Buruh: Itu Melanggar Hak Asasi Manusia

Tolak Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Buruh: Itu Melanggar Hak Asasi Manusia

Whats New
Aplikasi dan Web MyPertamina Sempat Eror, Ini Kata Pertamina

Aplikasi dan Web MyPertamina Sempat Eror, Ini Kata Pertamina

Whats New
Sri Mulyani: Tjahjo Kumolo Rekan Sejawat yang Kompak dan Dapat Diandalkan...

Sri Mulyani: Tjahjo Kumolo Rekan Sejawat yang Kompak dan Dapat Diandalkan...

Whats New
Tarif Listrik Naik per 1 Juli 2022, Ini Cara Turun Daya Listrik PLN

Tarif Listrik Naik per 1 Juli 2022, Ini Cara Turun Daya Listrik PLN

Whats New
Sosok Tjahjo Kumolo di Mata Buruh: Memotivasi dan Peduli

Sosok Tjahjo Kumolo di Mata Buruh: Memotivasi dan Peduli

Whats New
BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Persyaratannya

BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Persyaratannya

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.