AP I Percepat Pembebasan Lahan Bandara Kulon Progo Pakai Cara Khusus

Kompas.com - 26/01/2018, 12:55 WIB
Suasana Bandara Internasional Adisutjipto di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (26/1/2018). Pihak PT Angkasa Pura I menyebut bandara ini sudah melebihi kapasitas yang seharusnya, sehingga untuk meningkatkan pelayanan dibutuhkan bandara baru bernama New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulon Progo. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Suasana Bandara Internasional Adisutjipto di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (26/1/2018). Pihak PT Angkasa Pura I menyebut bandara ini sudah melebihi kapasitas yang seharusnya, sehingga untuk meningkatkan pelayanan dibutuhkan bandara baru bernama New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulon Progo.
|
EditorAprillia Ika

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pihak PT Angkasa Pura I terus berusaha meyakinkan sejumlah warga yang menolak proses pembebasan lahan untuk pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sampai saat ini, tercatat ada 32 kepala keluarga (KK) yang menolak pembebasan lahan dan pembangunan bandara baru di sana.

"Kami secara perorangan tetap berupaya memberi pencerahan kepada mereka," kata General Manager Bandara Internasional Adisutjipto, Agus Pandu Purnama, saat ditemui di kantornya pada Jumat (26/1/2018).

Pandu menjelaskan, dari total 2.700 KK yang terdampak pembangunan NYIA, ada 98 KK yang masih berhubungan atau berkerabat dengan 32 KK yang menolak pembangunan bandara.

Baca juga : Bupati Kulon Progo Tanggapi Penilaian Bandara NYIA Rawan Tsunami

 

Dengan begitu, pihaknya akan menggandeng 98 KK ini untuk memberi pemahaman kepada kerabatnya yang masih menolak proses pembebasan lahan.

Terlebih, setelah sebelumnya mencoba datang menemui warga yang menolak pembangunan bandara, pihak AP I bersama perwakilan pemerintah setempat langsung diusir.

Tujuan kedatangan mereka saat itu adalah untuk berdialog dan mencari solusi dari masalah yang tak kunjung selesai ini.

"Kami menitipkan kepada warga yang 98 ini sudah setuju dengan pembangunan untuk tolong sampaikan, supaya dipercepat. April harus selesai semua dan pembangunan segera dimulai," tutur Pandu.

Baca juga : Menhub Pakai Cara Persuasif Selesaikan Masalah Bandara Kulon Progo

Berdasarkan penugasan dari pemerintah, AP I diminta membangun NYIA dengan target operasi pada April 2019 mendatang.

Pandu memastikan, jika penyelesaian masalah dengan 32 KK yang menolak ini berjalan lancar, maka pembangunan bandara yang terdiri dari bangunan terminal dan landasan udaranya bisa dimulai April 2018.

Latar belakang pembangunan NYIA dikarenakan bandara yang sudah ada saat ini, yaitu Bandara Adisutjipto, sudah melebihi kapasitas yang seharusnya.

Dari data AP I, jumlah rata-rata penumpang per tahun di Adisutjipto saat ini sudah mencapai 7,8 juta orang, padahal bangunan dan fasilitas yang ada idealnya hanya melayani 1,7 juta penumpang per tahun.

Kompas TV Puluhan warga Kulon Progo yang mendukung pembangunan New Yogyakarta International Airport menggelar unjuk rasa di depan kantor proyek Angkasa Pura.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X