Menteri BUMN akan Evaluasi Direksi, Ini Kata Direktur Waskita Karya

Kompas.com - 22/02/2018, 18:01 WIB
Direktur Operasi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk Nyoman Wirya Adnyana (kanan) saat acara Forum Merdeka Barat di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Kamis (22/2/2018). KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTO Direktur Operasi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk Nyoman Wirya Adnyana (kanan) saat acara Forum Merdeka Barat di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Kamis (22/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Adanya rentetan kecelakaan kerja yang terjadi pada beberapa proyek infrastruktur, membuat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno akan mengevaluasi jajaran direksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Direktur Operasi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk Nyoman Wirya Adnyana mengatakan, pihaknya sebagai direksi dari perusahaan terbuka sudah siap jika ada perombakan susunan direksi perseroan.

Sebab, lanjut Nyoman, perombakan direksi perusahaan terbuka merupakan hal yang lumrah terjadi.

"Waduh ini jangan tanya ke saya, sekarang intinya beginilah ya, kami sebagai perusahaan terbuka, kami (direksi) umurnya hanya setahun-setahun tidak ada istilah lima tahun," ujar Nyoman saat acara Forum Merdeka Barat di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Baca juga: Soal Kecelakaan Kerja, Rini Akan Evaluasi Direksi Waskita Karya

Nyoman mengatakan, pada Maret atau April 2018, perseroan akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai agenda tahunan, dan bisa saja membahas kinerja direksi perseroan.

"Jadi nanti RUPS bulan Maret atau April begitu kami dianggap sudah cukup ya sudah," sebut dia.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno menyebutkan akan mengevaluasi jajaran direksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Hal itu menyusul rentetan kasus kecelakaan kerja pada proyek infrastruktur yang digarap Waskita. "Dan kami pasti kalau memang ada kesalahan human error, kami pasti akan berikan sanksi," kata Rini saat menyampaikan keterangan usai rapat di kantor Kementerian PUPR, Selasa (20/2/2018).

Untuk diketahui, dalam 14 kasus kecelakaan kerja yang terjadi dalam tujuh bulan terakhir, tujuh di antaranya merupakan proyek yang digarap Waskita.

Mulai dari proyek LRT Palembang, Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), dan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro).

Kemudian, jatuhnya crane pengangkut Variable Message Sign (VMS) di Tol Jakarta-Cikampek, ambruknya konstruksi jembatan penyeberangan orang di Tol Pemalang-Batang, dan ambruknya perimeter selatan akses Bandara Soekarno-Hatta.

Terbaru, ambruknya bekisting pierhead pada proyek Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) Selasa dini hari lalu.

Kompas TV Pemerintah akhirnya menghentikan sementara seluruh proyek jalan layang di Indonesia.




Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X