KILAS EKONOMI

"Power Bank" dan Baterai Litium Cadangan Boleh Dibawa Terbang jika...

Kompas.com - 13/03/2018, 09:02 WIB
Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso saat meninjau Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Kamis (15/2/2018) KOMPAS.com/Yoga Hastyadi WidiartantoDirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso saat meninjau Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Kamis (15/2/2018)

Penerapan aturan

Saat penumpang menjalani proses lapor diri (check in), petugas maskapai diwajibkan bertanya kepada setiap penumpang terkait kepemilikan powerbank atau baterai lithium cadangan.

Maskapai juga harus memastikan bahwa powerbank atau baterai lithium cadangan yang dibawa penumpang dan personel pesawat udara harus memenuhi beberapa ketentuan. Salah satunya, powerbank atau baterai lithium cadangan yang dibawa di pesawat udara tidak terhubung dengan perangkat elektronik lain.

Aturan baru itu mewajibkan maskapai melarang penumpang dan personel pesawat udara melakukan pengisian daya ulang dengan menggunakan powerbank selama penerbangan.
Powerbank atau baterai lithium cadangan tersebut harus ditempatkan pada bagasi kabin dan dilarang pada bagasi tercatat.

Adapun peralatan yang boleh dibawa hanya yang mempunyai daya per jam (Watt-hour) tidak lebih dari 100 Wh. Sementara, peralatan yang mempunyai daya per jam lebih dari 100 Wh, tapi tidak lebih dari 160 Wh, harus mendapatkan persetujuan dari maskapai. Bila diperbolehkan, penumpang boleh membawa maksimal dua unit per penumpang.

Khusus peralatan yang mempunyai daya per jam lebih dari 160 Wh atau besarnya daya per jam tidak dapat diidentifikasi, maka peralatan tersebut dilarang dibawa ke pesawat udara.

Agus meminta penyelenggara bandara segera menindaklanjuti aturan tersebut dengan membuat Standard Operational Procedure (SOP). Selain itu, kantor otoritas bandar udara di seluruh Indonesia diminta mengawasi pelaksanaan aturan baru itu. Dengan begitu, seluruh penumpang pesawat betul-betul selamat, aman, dan nyaman.

(Baca juga: Dilarang di Pesawat, Ini Tips untuk Pengguna Powerbank)

Jika tidak terdapat keterangan jumlah daya per jam peralatan powerbank atau baterai lithium cadangan, maka Anda dapat menghitungnya sendiri.

Cara menghitung daya per jam (E) adalah dengan mengalikan jumlah tegangan atau voltase (V) dengan jumlah arus atau kapasitas (I). Rumus sederhana yang mudah diingat yakni E=VxI.

Apabila hanya diketahui miliampere (mAh), maka untuk mendapatkan ampere-hour (Ah) harus dibagi 1.000. Contohnya, jika jumlah voltase 5V dan jumlah kapasitas 6.000 mAh, maka jumlah daya per jam adalah 6.000 mAh dibagi 1.000. Maka hasil yang diperoleh adalah 6 Ah.

Untuk mendapatkan daya perjamnya, jumlah voltase 5V dikalikan dengan jumlah kapasitas 6Ah, hasilnya 30 Wh. Dengan hasil penghitungan itu, powerbank atau baterai lithium cadangan Anda masih boleh dibawa dalam penerbangan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X