Ketika Kejahatan "Skimming" Hantui Nasabah Bank...

Kompas.com - 19/03/2018, 08:09 WIB
Kompas TV Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan pelaku menggunakan sejumlah modus agar aksinya tak terlacak.

BRI pun telah menyatakan bakal mengganti dana nasabah yang hilang apabila terbukti terjadi kejahatan skimming. Bank Indonesia (BI) pun telah meminta BRI untuk meningkatkan keamanan terkait kartu dan mesin ATM.

Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto akhir pekan lalu menyatakan, BRI harus mempercepat migrasi kartu debit dari teknologi pita magnetik (magnetic stripe) ke teknologi cip. Alasannya, teknologi cip lebih aman dan menurunkan risiko kejahatan seperti dengan metode skimming.

"Yang di-skimming kartu kartu debit yang menggunakan magnetic stripe. Secara ketentuan untuk saldo di bawah Rp 5 juta juga masih gunakan magnetic stripe, makanya BRI harus percepat migrasi ke cip," sebut Erwin.

Baca juga: Antisipasi Pembobolan Dana, BI Minta BRI Percepat Migrasi Kartu ke Cip

BI sendiri menargetkan pada 2021 semua kartu sudah menggunakan teknologi cip. Adapun target tersebut diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 17/52/DKSP tanggal 30 Desember 2015 tentang Implementasi Standar Nasional Teknologi Cip Kartu ATM/Debit.

Landasan hukum surat edaran itu adalah Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 14/2/PBI/2012 tentang National Standard Indonesian Chip Card Specification (NSICCS). Penerapan NSICCS pada kartu ATM atau debit memiliki tujuan utama untuk meningkatkan keamanan bertransaksi menggunakan kartu ATM dan/atau kartu.

Bank sentral menerapkan batas waktu 31 Desember 2018 berupa implementasi 30 persen kartu ATM dan/atau kartu debit yang beredar telah menggunakan teknologi cip dan PIN online 6 digit.

Adapun batas waktu 31 Desember 2019 adalah implementasi 50 persen. kartu ATM dan atau kartu Debit yang beredar telah menggunakan teknologi cip dan PIN online 6 digit.

Kemudian, batas waktu 31 Desember 2020 adalah mplementasi 80 persen kartu ATM dan atau kartu Debit yang beredar telah menggunakan teknologi cip dan PIN online 6 digit. Akhirnya, batas waktu 31 Desember 2021, implementasi 100 persen kartu ATM dan atau kartu debit yang beredar telah menggunakan teknologi cip dan PIN online 6 digit.

Nasabah pun diminta segera menghubungi bank penerbit untuk mengganti kartu debitnya yang masih menggunakan pita magnetik ke kartu yang dilengkapi cip. PT Bank Central Asia Tbk, misalnya, telah menerapkan kebijakan membebaskan biaya penggantian kartu menjadi kartu cip.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X