50 Juta Data Pengguna Facebook Bocor, Zuckerberg Janjikan Proteksi

Kompas.com - 22/03/2018, 12:31 WIB
Pendiri Facebook Mark Zuckerberg menjadi salah satu pembicara di sesi keynote acara Mobile World Congress 2016 di Barcelona, Spanyol, Selasa (23/2/2016). Oik Yusuf/KOMPAS.comPendiri Facebook Mark Zuckerberg menjadi salah satu pembicara di sesi keynote acara Mobile World Congress 2016 di Barcelona, Spanyol, Selasa (23/2/2016).

KOMPAS.com - Chief Executive Officer (CEO) Facebook Inc Mark Zuckerberg akhirnya bersuara pasca skandal bocornya data 50 juta pelanggan Facebook pada Rabu (21/3/2018) waktu setempat.

Dia menggarisbawahi sejumlah aksi yang akan dilakukan untuk memproteksi data penggunanya, setelah Cambridge Analytica melakukan akses ke platform ini untuk memenangkan kampanye Presiden AS Donald Trump pada saat Pilpres.

Seperti dikutip dari Bloomberg, Facebook akan melakukan review platformnya agar tool aplikasi tidak mudah mengakses informasi data penggunanya.

Facebook juga akan menginvestigasi semua aplikasi yang ada di dalamnya untuk mencegah kebocoran data lebih lanjut.

Baca juga : 50 Juta Data Penguna Facebook Bocor, Zuckerberg Rugi Rp 67,5 Triliun

Sebelumnya, Zuckerberg mengakui kesalahan Facebook terhadap bocornya 50 juta data penggunanya tersebut dan mengatakan bahwa saat ini yang terpenting adalah bagaimana untuk lebih memproteksi data penggunanya sebagai tanggungjawab perusahaannya.

Facebook juga akan memblok pengembang aplikasi yang menyalahggunakan data penggunanya, yakni Cambridge Analytica.

"Ini adalah hal yang meretakkan hubungan kepercayaan antara Facebook dengan Cambridge Analytica. Tapi juga hal ini meretakkan hubungan kepercayaan antara pengguna Facebook yang sudah mempercayakan datanya kepada kami," ujar Zuckerberg, seperti dikutip dari Bloomberg.

Facebook sendiri kehilangan 60 miliar dollar AS di pasar saham setekah sahamnya jatuh pasca skandal kebocoran dana ini.

Kompas TV Situs jejaring sosial Facebook resmi melarang penayangan iklan uang virtual seperti Bitcoin. Facebook menilai iklan Bitcoin cenderung menyesatkan konsumen.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.