OJK: Tahun 2018, Perbankan Siap Mendukung Pertumbuhan Ekonomi

Kompas.com - 29/03/2018, 14:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai industri perbankan nasional dalam kondisi yang lebih baik pada tahun 2018 dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan demikian, regulator yakin perbankan pada tahun ini bisa mendukung pemerintah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi.

"Perbankan kita sudah mulai menggeliat untuk mengikuti ajakan pemerintah untuk tumbuh lebih baik," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana dalam media brieifing di Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Heru menjelaskan, kondisi industri perbankan nasional yang baik ditunjukkan oleh beberapa indikator. Hingga Februari 2018 lalu, total aset industri perbankan mencapai Rp 7.368 triliun, tumbuh 9,25 persen secara tahunan (yoy).

Baca juga : BI Akui Perbankan Pelit Turunkan Suku Bunga Kredit

Sementara itu, total dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun industri perbankan nasional pada periode yang sama tercatat sebesar Rp 5.255 triliun, tumbuh 8,44 persen (yoy). Total kredit yang disalurkan perbankan mencapai Rp 4.662 triliun pada Februari 2018, tumbuh 8,22 persen (yoy).

Adapun rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) perbankan hingga Februari 2018 tercatat sebesar 2,88 persen nett dan 1,2 persen gross. Heru memandang, angka NPL perbankan tersebut masih dalam kondisi yang baik.

"NPL perbankan kita masih bagus, karena nett-nya masih 1,2 persen," jelas Heru.

Data regulator pun menunjukkan, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan nasional pun sangat tinggi, yakni 23 persen.

Baca juga : Industri Perbankan di Indonesia Dinilai Masih Abaikan Hak Pensiunan

 

Menurut Heru, angka tersebut menunjukkan bahwa industri perbankan nasional dalam kondisi yang sangat kuat, resilien, dan tahan terhadap krisis.

"Dari sisi permodalan kuat, likuiditas ample karena tidak ada masalah likuiditas," terang Heru.

Return on Asset (RoA) industri perbankan pun tercatat sebesar 2,36 persen per Februari. Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) tercatat sebesar 81,09 persen, marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) tercatat sebesar 5 persen, dan rasio kredit terhadap DPK (loan to deposit ratio/LDR) tercatat 89,21 persen.

Kompas TV Rata-rata bunga simpanan berdasarkan statistik perbankan Indonesia ada di kisaran 6,5 persen.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Simak 3 Tips agar UMKM Tembus Pasar Global

Simak 3 Tips agar UMKM Tembus Pasar Global

Work Smart
Pemerintah Diminta Beri Insentif buat Produk Keuangan 'Hijau', Ini Alasannya

Pemerintah Diminta Beri Insentif buat Produk Keuangan "Hijau", Ini Alasannya

Whats New
Daripada Impor Daging dari India, Peternak Minta Bulog Serap Sapi dan Kerbau Mereka yang Bebas PMK

Daripada Impor Daging dari India, Peternak Minta Bulog Serap Sapi dan Kerbau Mereka yang Bebas PMK

Whats New
BERITA FOTO: Pandemi Mereda, 'Angin Segar' Bisnis Kuliner

BERITA FOTO: Pandemi Mereda, "Angin Segar" Bisnis Kuliner

Whats New
Pemotor Tak Perlu Daftar MyPertamina saat Beli Pertalite

Pemotor Tak Perlu Daftar MyPertamina saat Beli Pertalite

Whats New
Digiserve by Telkom Indonesia Tunjuk Adil Siagian sebagai Direktur Sales dan Operation

Digiserve by Telkom Indonesia Tunjuk Adil Siagian sebagai Direktur Sales dan Operation

Whats New
Gotrade Sudah Legal di Indonesia, Saham Emiten Ternama Negeri Paman Sam Kini Bisa Dibeli mulai dari 1 Dollar AS

Gotrade Sudah Legal di Indonesia, Saham Emiten Ternama Negeri Paman Sam Kini Bisa Dibeli mulai dari 1 Dollar AS

BrandzView
MRT Fatmawati-TMII Dibangun Tahun Depan, Panjang 12 Km dan Lewati 10 Stasiun

MRT Fatmawati-TMII Dibangun Tahun Depan, Panjang 12 Km dan Lewati 10 Stasiun

Whats New
Subholding Gas Pertamina dan Gunvor Teken Kerja Sama Bisnis LNG Global

Subholding Gas Pertamina dan Gunvor Teken Kerja Sama Bisnis LNG Global

Whats New
Perkuat Layanan Payments, Modalku Akuisisi CardUp

Perkuat Layanan Payments, Modalku Akuisisi CardUp

Whats New
Pertamina Pastikan Per 1 Juli, Beli Pertalite atau Solar Tanpa Kode QR Masih Dilayani

Pertamina Pastikan Per 1 Juli, Beli Pertalite atau Solar Tanpa Kode QR Masih Dilayani

Whats New
Kemendagri Gelar Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Penyelesaian Batas Desa

Kemendagri Gelar Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Penyelesaian Batas Desa

Rilis
Dicap Menyusahkan, Aplikasi MyPertamina Dihujani Review Bintang 1

Dicap Menyusahkan, Aplikasi MyPertamina Dihujani Review Bintang 1

Whats New
ANJ Raih Gold Champion BISRA 2022

ANJ Raih Gold Champion BISRA 2022

Rilis
Sri Mulyani Kembalikan Dana Investasi PEN Garuda Indonesia Rp 7,5 Triliun ke Kas Negara

Sri Mulyani Kembalikan Dana Investasi PEN Garuda Indonesia Rp 7,5 Triliun ke Kas Negara

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.