Begini Tips Pintar Mengatur Finansial buat Generasi Milenial - Kompas.com

Begini Tips Pintar Mengatur Finansial buat Generasi Milenial

Kompas.com - 05/04/2018, 13:40 WIB
Perencana keuangan Prita Gozhie (tengah) dan Digital Banking Value Proposition and Product Head PT BTPN, Irwan Sutjipto Trisnabudi (kanan) dalam Talkshow Kompas.com dan BTPN Jenius bertema Cara Pintar Atur Finansial di Jakarta (2/2).
Dok Kompas.com Perencana keuangan Prita Gozhie (tengah) dan Digital Banking Value Proposition and Product Head PT BTPN, Irwan Sutjipto Trisnabudi (kanan) dalam Talkshow Kompas.com dan BTPN Jenius bertema Cara Pintar Atur Finansial di Jakarta (2/2).

BANDUNG, KOMPAS.com – Di dunia ini memang tidak ada yang gratis, semua membutuhkan biaya dan uang untuk mendapatkan yang kita inginkan. Seperti makan, jalan-jalan, hingga menikah dan berkeluarga. Lalu apa yang harus dilakukan untuk mencapai kesejahteraan itu, tentu dengan mengatur finansial kita.

Perencana dan Edukator Keuangan Prita Ghozie membagikan tips-tipsnya dalam acara "Jenius: Cara pintar Atur Finansial" kepada para peserta yang sebagian besar generasi milenial, di Kota Bandung, Rabu (5/4/2018) malam.

Langkah pertama untuk hidup sejahtera menurut Prita yakni mengatur keuangan kita, hal ini dilakukan untuk memperbaiki keuangan kita dengan harapan dapat meraih impian yang dimiliki.

“Untuk menghadapi kehidupan yang penuh resiko maka kita harus pintar mengatur finansial kita,” kata Prita dalam acara yang diselenggarakan Kompas.com semalam.

Dia menjelaskan, sikap masyarakat saat mengatur keuangannya ini sebagian besar hanya memenuhi kebutuhan sehari-harinya saja, atau kebutuhan per bulannya.

Baca juga : 5 Ide Resolusi Finansial yang Perlu Anda Ambil Tahun 2018

Padahal, uang sudah dikenal manusia generasi milenial sejak kecil, hanya saja kebiasaan kita yang selalu menghabiskan uang tersebut untuk keperluan sementara seperti jajan kerap terjadi tanpa memperhitungkan keperluan jangka panjang hingga keperluan dadakan atau darurat.

“Nah ini perilaku masyarakat untuk mencapainya, ternyata 70 persen itu bisa dicapai dengan menabung (mengumpulkan uang), 42 persennya berencana dia menyusun rencana keuangan, dan 38 persennya dia kerja dapat uang supaya bisa mencapai itu semua,” katanya.

Dengan cara seperti ini saja, mungkin bisa terjadi namun kemungkinan keberhasilannya belum berat. Perlu upaya lebih untuk mengatur finansial kita sehari-hari.

Pasalnya hobi generasi milenial yang kerap bermain seperti nonton konser dan ber swa foto juga membutuhkan biaya.

“Hobi milenial itu nonton konser,atau kebahagiannya tercermin dari selfie dimana. Jadi kekayaan mereka bukan dari mobil lagi tapi di akun medsos. Dan untuk mendapatkan itu semua tetap membutuhkan biaya, jadi biaya hidup itu murah biaya pamer itu mahal,” lanjut Prita.

Banyaknya pengeluaran kerap menguras uang di dompet hingga rekening, namun semua itu bisa diatasi dengan mengatur finansial kita, yakni salah satunya dengan mengendalikan pengeluaran kita.

“jadi enggak masalah berapa gaji kita, karena pengendalian itu datangnya dari pengeluaran. Kalau pengendalian datangnya dari gaji yang kita punya susah,” jelasnya

Rezeki itu tidak akan tertukar atau salah kamar, namun yang berbeda adalah bagaimana mengatur rezeki yang kita miliki.

Kesalahan Atur Duit

Menurutnya, ada beberapa kesalahan yang dilakukan generasi milenial saat ini, yakni tidak memiliki tujuan yang jelas, gagal mengatur keuangan karena tidak mengetahui pengeluarannya sendiri, dan tidak adanya dana darurat.

Baca juga : 5 Pertimbangan Finansial sebelum Memutuskan Punya Anak Lagi

Untuk itu, masyarakat harus memahami apa itu simpanan, tabungan, dan investasi. “simpanan itu keluar masuknya sering, tabungan itu yang masuknya sering keluarnya jarang, kalau yang kita masukannya sering tapi baru kita pakai setelah lima sampai 10 tahun itu investasi,” jelasnya.

“Kalau kita belum membedakan tabungan, simpanan, dan investasi, maka kita masih gagal dalam mengatur keuangan kita,” imbuhnya.

Menurutnya kesadaran dalam mengatur keuangan menjadi kunci, seperti ketika mendapatkan gaji dapat di sisakan untuk infak zakat sebanyak 5 persen, 10 persen untuk dana darurat dan premi asuransi kemudian 30 persen untuk biaya hidup, cicilan pinjaman 30 persen, 15 persen investasi, 10 persen untuk gaya hidup.

“Bagaimana caranya tiap bulan bisa diatur, yakni dengan kita sadar kita hanya bisa nyicil 30 persen dari gaji kita, kalau teman-teman punya cicilan lebih dari 30 persen gaji kita itu berat banget. Karena kita gak bisa nabung, karena sisanya dipakai biaya hidup kita,” jelasnya.

“jadi tipsnya adalah saat memiliki penghasilan cepat dibagi ke living, playing, saving. Living keluar masuk untuk hidup bulanan kita. Playing, dana untuk senang-senang dan bermain. Saving, masuk sering keluar pada saat momen tertentu,” pungkasnya.

Program Jenius

Untuk mengatur keuangan tersebut, BTPN menghadirkan Jenius. Dengan Jenius nasabah BTPN dapat melakukan pembukaan rekening, mengatur limit kartu, blokir, dan buka blokir kartu, serta manajemen keuangan secara mandiri dengan menggunakan smartphone berbasis Android dan iOS.

Baca juga : 6 Kesalahan Finansial yang Sering Terjadi Saat Umur 30

“Jenius ini menghadirkan berbagai fitur unik untuk mengelola life finance penggunanya, seperti in dan out, card center, dan save it,” tutur Digital Banking Value Proposition and Product Head BTPN Irwan Sutjipto dalam kesempatan tersebut.

Berbagai macam fitur memberikan kontrol pengguna terhadap kartu debitnya, fitur ini didesain untuk mengatur berbagai pengeluaran dengan mengalokasikan pengeluaran tersebut ke dalam beberapa kartu debit baik untuk kebutuhan sehari-hari, pengeluaran mendadak, tabungan, simpanan dan investasi.

Kompas TV Sumitomo Financial sudah memiliki saham BTPN sebesar 40 persen.




Close Ads X