KKP Gandeng Garuda Indonesia Kembangkan Sistem Logistik Ikan Nasional

Kompas.com - 06/04/2018, 11:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menandatangani perjanjian kerja sama dengan Garuda Indonesia tentang Pemanfaatan Jasa Angkutan Udara Nasional dalam rangka Peningkatan Kinerja Perwujudan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik.

Melalui kerja sama tersebut, Garuda Indonesia akan membantu program Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) di pulau terkecil dan terluar Indonesia.

"Kami perlu mengembangkan sektor kelautan dan perikanan dengan dukungan jasa logistik agar produk perikanan Indonesia bisa dipasarkan secara efisien, cepat, dan dengan resiko rendah," kata Sekretaris Jenderal KKP Rifky Effendi Hardijanto melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Jumat (6/4/2018).

Baca juga : Susi Dorong Koperasi dan UMKM Perikanan Dibentuk di Papua 

Penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Garuda dilaksanakan pada Kamis (5/4/2018) kemarin.

Nantinya, Garuda akan bersinergi dengan sejumlah BUMN yang bergerak di sektor kelautan dan perikanan, seperti PT Perinus dan Perum Perindo, untuk melaksanakan sistem logistik perikanan nasional.

Garuda disebut Rifky akan berperan secara spesifik sebagai travel management di titik-titik SKPT dengan memanfaatkan jalur penerbangan yang sudah mereka miliki. Salah satunya Bandara Ngurah Rai di Bali yang akan dijadikan hub produk perikanan ke pasar domestik hingga internasional.

"Bandara Ngurah Rai yang adalah bandara tersibuk kedua di Indonesia berada di posisi sentral sehingga berpotensi dijadikan sebagai titik storage produk kelautan sebelum diekspor," tutur Rifky.

Secara terpisah, Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Nugraha Mansury mengungkapkan pihaknya sudah mengangkut 38.300 ton produk kelautan dan perikanan sepanjang 2017, setara dengan 13 persen dari total revenue yang diterima perusahaan.

Baca juga : Produksi Produk Perikanan Rendah, Anggota BPK Ini Soroti Kinerja KKP

Dari jumlah tersebut, paling besar adalah pengangkutan produk perikanan internasional atau ekspor ke luar negeri.

"Garuda Indonesia saat ini punya 120 rute domestik dan 38 rute internasional. Kami akan dorong betul-betul agar bisa bermanfaat meningkatkan revenue melalui kargo, warehousing, dan fasilitas lainnya di Denpasar sebagai hub utama kami," ujar Pahala.

Kompas TV Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan banyak nelayan yang tidak berterus terang terkait ukuran kapalnya agar bisa menggunakan cantrang.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berapa Gaji PPPK Guru dan Tunjangannya Setiap Bulan?

Berapa Gaji PPPK Guru dan Tunjangannya Setiap Bulan?

Work Smart
Cara Mencari Kantor BPJS Ketenagakerjaan Terdekat dengan Mudah

Cara Mencari Kantor BPJS Ketenagakerjaan Terdekat dengan Mudah

Whats New
Pefindo Sematkan Peringkat idAAA Untuk Mitratel

Pefindo Sematkan Peringkat idAAA Untuk Mitratel

Rilis
Tingkat Pengangguran 18 Persen, Google Indonesia Siapkan Beasiswa Data Analis untuk 10.000 Orang

Tingkat Pengangguran 18 Persen, Google Indonesia Siapkan Beasiswa Data Analis untuk 10.000 Orang

Work Smart
Bos Semen Indonesia Sebut Proyek IKN Nusantara Berpotensi Serap 21 Juta Ton Semen

Bos Semen Indonesia Sebut Proyek IKN Nusantara Berpotensi Serap 21 Juta Ton Semen

Whats New
PTBA Tebar Dividen Senilai Rp 7,9 Triliun, 100 Persen dari Laba Bersih di 2021

PTBA Tebar Dividen Senilai Rp 7,9 Triliun, 100 Persen dari Laba Bersih di 2021

Whats New
Syarat dan Cara Gadai Emas di Pegadaian dengan Mudah

Syarat dan Cara Gadai Emas di Pegadaian dengan Mudah

Earn Smart
Bahas Revisi UU LLAJ, YLKI Usulkan Pemerintah Pungut Dana Preservasi Jalan Ke Kendaraan Pribadi

Bahas Revisi UU LLAJ, YLKI Usulkan Pemerintah Pungut Dana Preservasi Jalan Ke Kendaraan Pribadi

Whats New
Status Ojol Tak Perlu Dilegalkan, INSTRAN: Ojol Hanya Sementara hingga Transportasi Umum Membaik

Status Ojol Tak Perlu Dilegalkan, INSTRAN: Ojol Hanya Sementara hingga Transportasi Umum Membaik

Whats New
DPR Sahkan UU PPP, Buruh Ancam Akan Gelar Aksi Unjuk Rasa

DPR Sahkan UU PPP, Buruh Ancam Akan Gelar Aksi Unjuk Rasa

Whats New
Bisakah Luhut Atasi Permasalahan Minyak Goreng di RI dalam 2 Minggu?

Bisakah Luhut Atasi Permasalahan Minyak Goreng di RI dalam 2 Minggu?

Whats New
Anak Usaha Kimia Farma Buka 5 Lowongan Kerja untuk D-3 dan S-1, Ini Posisi yang Dicari

Anak Usaha Kimia Farma Buka 5 Lowongan Kerja untuk D-3 dan S-1, Ini Posisi yang Dicari

Work Smart
Cek Tingkat Imbalan 6 Seri Sukuk Negara yang Dilelang Pekan Depan

Cek Tingkat Imbalan 6 Seri Sukuk Negara yang Dilelang Pekan Depan

Earn Smart
Bahlil: Ekspor Listrik Dilarang, Sebentar Lagi Kami akan Buat Aturannya

Bahlil: Ekspor Listrik Dilarang, Sebentar Lagi Kami akan Buat Aturannya

Whats New
IKN Ditawarkan Dalam Pertemuan WEF, Bahlil: Kalau Minat Investasi Ada, Tapi Eksekusinya Belum

IKN Ditawarkan Dalam Pertemuan WEF, Bahlil: Kalau Minat Investasi Ada, Tapi Eksekusinya Belum

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.