Uber Beli Perusahaan "Bike Sharing"

Kompas.com - 10/04/2018, 09:51 WIB
Sepeda-sepeda bike sharing terparkir di dekat stasiun kereta bawah tanah di Middle Yanggao Road, Shanghai, China, Rabu (7/6/2017). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANSepeda-sepeda bike sharing terparkir di dekat stasiun kereta bawah tanah di Middle Yanggao Road, Shanghai, China, Rabu (7/6/2017).

NEW YORK, KOMPAS.com - Pengguna aplikasi layanan transportasi Uber bakal dapat bertransportasi menggunakan sepeda elektrik. Sebab, Uber dikabarkan membeli perusahaan sewa sepeda umum alias bike sharing asal AS, Jump.

Dikutip dari BBC, Selasa (10/4/2018), Jump yang berpusat di New York memungkinkan pengguna meyewa sepeda elektrik melalui platform daring. Sepeda milik Jump juga tidak memiliki dok dan tidak perlu dikembalikan di tempat-tempat tertentu.

Uber sendiri telah bekerja sama dengan Jump di San Francisco, California. Pihak Uber menyatakan berencana mengekspansi layanan sepeda umum tersebut secara global.

"Kami berkomitmen untuk menghadirkan beragam moda transportasi dalam aplikasi Uber, sehingga Anda bisa memilih moda yang paling cepat dan terjangkau untuk mencapai tempat yang Anda tuju, apakah dengan Uber, sepeda, kereta bawah tanah, atau lainnya," ujar CEO Uber Dara Khosrowshahi.

Baca juga: "Bike Sharing," Solusi Transportasi Inovatif di China

Pasar bike sharing saat ini tumbuh sekitar 20 persen per tahun secara global. David Bailey, profesor dari Aston Business School menyatakan, Uber kemungkinan besar melihat potensi pasar tersebut, namun juga melihat ke depan di mana kecenderungan masyarakat adalah tidak memiliki mobil pribadi.

"Mobil swakemudi telah hadir dan di kota-kota besar Anda tidak perlu memiliki mobil di masa mendatang. Anda mungkin akan menggunakan taksi Uber kemudian melanjutkan perjalanan dengan sepeda. Sehingga, ini tentang menawarkan beragam moda transportasi," jelas Bailey.

Jump didirikan tahun 2008 lalu dan telah menghadirkan layanan bike sharing di 40 kota di 6 negara. Pada tahun 2017 lalu di Washington DC, Jump meluncurkan e-bike dengan tarif 2 dollar AS atau sekitar Rp 27.400 untuk setengah jam pertama, kemudian 7 sen per menit.

Sepeda tersebut hanya menyala apabila pengguna menginjak pedalnya. Pengguna juga dapat menemukan lokasi dan membuka kunci sepeda dengan ponsel pintar.

Kompas TV Sejumlah pelamar mengaku lebih memilih pindah ke Go-Jek mengingat tarif dan bonus yang didapat akan lebih menjanjikan.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X