Media Sosial dan Semangat Millenial 4.0

Kompas.com - 07/05/2018, 11:25 WIB
Ilustrasi media sosial THINKSTOCKS/IPOPBAIlustrasi media sosial

Di bawah Indonesia, negara-negara berkembang mengikuti penetrasi dan pertumbuhan teknologi internet, yaitu Bangladesh (53,9 juta), Vietnam (47,3 juta), Filipina (47,1 juta) , Korea Selatan (45,3 juta), Thailand (38 juta) dan Pakistan (29,1 juta).

Data ini sejalan dengan perkembangan pengguna teknologi internet yang masif di Asia yang mencapai 4 miliar, dengan penetrasi 40,2 persen. Perkembangan signifikan akan menjadi peluang bagi Indonesia jika dikelola secara komprehensif.

Dari risetnya, Hermawan Kartajaya memperkenalkan tren "Citizen 4.0" untuk melihat perubahan komunikasi antar-manusia. Menurut dia, interaksi antar manusia sekarang ini semakin horisontal, inklusif, dan sosial, yang direkatkan oleh teknologi informasi serta media sosial yang menjangkau populasi manusia secara masif.

Baca juga: Fenomena Etika di Media Sosial

Menurut Kartajaya, perlahan-lahan terjadi pergeseran pola komunikasi yang tidak lagi memperhitungkan bangsa, suku, agama, serta latar belakang kultur manusia. Setiap orang berproses menjadi bagian dari "citizen of the world".

Gagasan Hermawan Kartajaya ini merupakan edisi lanjutan dari karya risetnya bersama Philip Kotler, yang dipublikasikan pada 2016, yaitu Marketing 4.0, Moving from Traditional to Digital.

Pada karya tersebut, Philip Kotler dan Hermawan Kartajaya memprediksi bagaimana perubahan-perubahan pola komunikasi dan marketing dalam mencipta peluang bisnis di era digital.

Perubahan platform dan inovasi teknologi digital mempengaruhi interaksi manusia pada masa mendatang, tidak hanya dalam bisnis dan pemasaran tetapi juga dalam interaksi kewarga negaraan (citizenship), yaitu menjadi warga global yang terintegrasi dengan teknologi digital sebagai lanjutan dari dampak inovasi digital.

Tentu saja, badai teknologi digital yang mengguncang Facebook harus diwaspadai sebagai lubang hitam media sosial. Namun, perkembangan teknologi dan inovasi media sosial harus juga kita maknai secara bijak, yaitu menggunakan untuk kebajikan seraya menyebarkan pencerahan.

Kita menunggu generasi muda Indonesia mencipta teknologi-teknologi yang melampaui zaman, memberi solusi atas tantangan ekonomi-pendidikan-sosial warga Indonesia. Generasi millenial di era 4.0 harus mempunyai semangat dan kreativitas untuk terus mencipta peluang, membuka terobosan.

Baca juga: Batasan Wajar Menggunakan Media Sosial Dalam Sehari

Tentu saja, peran pemerintah penting dalam mendukung inovasi generasi muda. Kebijakan, perlindungan hukum, regulasi, sekaligus dukungan teknologi menjadi sangat krusial.

Presiden Joko Widodo pernah menggaungkan wacana Indonesia sebagai Negara Ekonomi Digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020. Jika tidak didukung dengan kebijakan komprehensif, pengguna internet dan teknologi media di negeri ini akan terseret pada lubang gelap media sosial.

Kita tidak Indonesia terpeleset ke kubangan lubang gelap media sosial, bukan?

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X