Media Sosial dan Semangat Millenial 4.0

Kompas.com - 07/05/2018, 11:25 WIB
Ilustrasi media sosialTHINKSTOCKS/IPOPBA Ilustrasi media sosial

Pada karya tersebut, Philip Kotler dan Hermawan Kartajaya memprediksi bagaimana perubahan-perubahan pola komunikasi dan marketing dalam mencipta peluang bisnis di era digital.

Perubahan platform dan inovasi teknologi digital mempengaruhi interaksi manusia pada masa mendatang, tidak hanya dalam bisnis dan pemasaran tetapi juga dalam interaksi kewarga negaraan (citizenship), yaitu menjadi warga global yang terintegrasi dengan teknologi digital sebagai lanjutan dari dampak inovasi digital.

Tentu saja, badai teknologi digital yang mengguncang Facebook harus diwaspadai sebagai lubang hitam media sosial. Namun, perkembangan teknologi dan inovasi media sosial harus juga kita maknai secara bijak, yaitu menggunakan untuk kebajikan seraya menyebarkan pencerahan.

Kita menunggu generasi muda Indonesia mencipta teknologi-teknologi yang melampaui zaman, memberi solusi atas tantangan ekonomi-pendidikan-sosial warga Indonesia. Generasi millenial di era 4.0 harus mempunyai semangat dan kreativitas untuk terus mencipta peluang, membuka terobosan.

Baca juga: Batasan Wajar Menggunakan Media Sosial Dalam Sehari

Tentu saja, peran pemerintah penting dalam mendukung inovasi generasi muda. Kebijakan, perlindungan hukum, regulasi, sekaligus dukungan teknologi menjadi sangat krusial.

Presiden Joko Widodo pernah menggaungkan wacana Indonesia sebagai Negara Ekonomi Digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020. Jika tidak didukung dengan kebijakan komprehensif, pengguna internet dan teknologi media di negeri ini akan terseret pada lubang gelap media sosial.

Kita tidak Indonesia terpeleset ke kubangan lubang gelap media sosial, bukan?

Halaman:



Close Ads X