Awasi BBM Subsidi, Nozzle di SPBU Akan Terkoneksi ke Kemenkeu dan BPH Migas

Kompas.com - 16/05/2018, 21:37 WIB
Kepala BPH Migas, Fanshurullah Asa bersama Plt Dirut Pertamina Nicke Widyawati di kantor BPH Migas, Rabu (16/5/2018).KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA Kepala BPH Migas, Fanshurullah Asa bersama Plt Dirut Pertamina Nicke Widyawati di kantor BPH Migas, Rabu (16/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) akan menerapkan sistem teknologi dan informasi di keran penyaluran BBM (nozzle) di setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa mengatakan, sistem tersebut akan mencatat volume BBM yang keluar dari nozzle di setiap dispenser SPBU.

Nantinya data tersebut tersambung ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan ke BPH Migas.

"Sudah ada kesepakatan antara menteri keuangan, menteri ESDM dan BUMN bagaimana di setiap nozzle pertamina nanti akan dipasangkan IT. Nanti semua bisa terkonek ke BPH Migas, kemenkeu, data yang terverifiksi khususnya untuk BBM bersubsidi," ujar Fanshurullah di Kantor BPH Migas, Rabu (16/5/2018).

Baca juga: Kontrak Penyaluran BBM Bersubsidi Diperpanjang Menjadi 5 Tahunan

Pria yang akrab disapa Ifan ini berharap rencana ini akan terlaksana dengan baik. Dia tak ingin rencana ini gagal diterapkan seperti Radio Frequency Identification (RFID) pada 2014 lalu.

"Intinya pertamina juga menyampaikan menyanggupi untuk menggerakan IT Nozzle ini. Kita kepingin ini tak mengulangi kegagalan RFID yang tidak jadi dilaksanakan," kata Ifan.

Sementara itu, Plt Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, mengaku siap menerapkan program tersebut. Menurut dia, penerapan sistem ini memang diperlukan untuk memastikan penyaluran BBM ke seluruh Indonesia.

"Kita juga memerlukan ini untuk verifikasi data, memudahkan verifikasi data untuk subsidi," ucap Nicke.

Nicke menuturan, selama ini pengawasan penyaluran BBM bersubsidi dilakukan secara acak oleh BPH Migas. Dari 7.000 SPBU yang dimiliki Pertamina, hanya sekitar 400 yang penyalurannya tercatat.

"Ini membuat akurasi distribusi volume Solar subsidi kurang sesuai. Diharapkan melalui program ini maka penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran," ujar Nicke.

Dia mengatakan, pemasangan sistem IT ini akan dilakukan secara bertahap mulai tahun ini.

"Kami Harap 2018 sudah ada wilayah yang terapkan. Untuk investasi sedang dihitung, bisa sinergi BUMN, working group sedang kerjakan skema bisnisnya seperti apa," kata Nicke.

Kompas TV Rencana pemerintah kembali menyediakan bensin bersubsidi jenis premium dipastikan akan mengubah bisnis perusahaan otomotif.


Terkini Lainnya

Tahun Ini, PLN Bidik Penjualan Listrik 245 Terawatt

Tahun Ini, PLN Bidik Penjualan Listrik 245 Terawatt

Whats New
 Dirut Krakatau Steel Mengaku Tak Kenal dengan Swasta yang Ditangkap KPK

Dirut Krakatau Steel Mengaku Tak Kenal dengan Swasta yang Ditangkap KPK

Whats New
Salah Satu Direkturnya Ditangkap KPK, Krakatau Steel Tunjuk PLT

Salah Satu Direkturnya Ditangkap KPK, Krakatau Steel Tunjuk PLT

Whats New
Daftar 100 Saham Anggota Indeks KOMPAS100

Daftar 100 Saham Anggota Indeks KOMPAS100

Whats New
Direkturnya Ditangkap KPK, Krakatau Steel Pastikan Kinerja Perusahaan Tak Terpengaruh

Direkturnya Ditangkap KPK, Krakatau Steel Pastikan Kinerja Perusahaan Tak Terpengaruh

Whats New
Impor Bawang Putih 100.000 Ton dari China, Bulog Siapkan Rp 500 Miliar

Impor Bawang Putih 100.000 Ton dari China, Bulog Siapkan Rp 500 Miliar

Whats New
Inspirasi Usaha: Warjak, Jadi Juragan Warung Nasi Tanpa Repot

Inspirasi Usaha: Warjak, Jadi Juragan Warung Nasi Tanpa Repot

Work Smart
Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan Saat Menyiapkan Anggaran Pernikahan

Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan Saat Menyiapkan Anggaran Pernikahan

Earn Smart
Sempet Mengamen, Sendi Kini Jadi Bos Kosmetik Beromzet Miliaran Rupiah

Sempet Mengamen, Sendi Kini Jadi Bos Kosmetik Beromzet Miliaran Rupiah

Work Smart
Akibat Tragedi 737 Max 8, Nilai Pasar Boeing Lenyap 40 Miliar Dollar AS

Akibat Tragedi 737 Max 8, Nilai Pasar Boeing Lenyap 40 Miliar Dollar AS

Whats New
Punya Potensi Besar, Industri Keramik Jadi Sektor Unggulan Indonesia

Punya Potensi Besar, Industri Keramik Jadi Sektor Unggulan Indonesia

Whats New
Awal Mei, Masyarakat Sudah Bisa Nikmati Tol Pandaan-Malang Seksi 1-3

Awal Mei, Masyarakat Sudah Bisa Nikmati Tol Pandaan-Malang Seksi 1-3

Whats New
Dirut Krakatau Steel soal OTT KPK: Aman Dong, Saya Kan Tukang Benah-benah...

Dirut Krakatau Steel soal OTT KPK: Aman Dong, Saya Kan Tukang Benah-benah...

Whats New
Hadapi Era Disrupsi, BNI Syariah Siapkan Digitalisasi Ekosistem Halal

Hadapi Era Disrupsi, BNI Syariah Siapkan Digitalisasi Ekosistem Halal

Rilis
Tak Ingin Jago 'Kandang', Sehati TeleCT Sasar Tiga Benua Pasarkan Produk

Tak Ingin Jago "Kandang", Sehati TeleCT Sasar Tiga Benua Pasarkan Produk

Whats New

Close Ads X