Kompas.com - 24/05/2018, 04:22 WIB
Petani di kebun tebu di Desa Lawang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (2/5/2017). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPetani di kebun tebu di Desa Lawang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (2/5/2017).

JEMBER, KOMPAS.com - Pusat Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menyatakan bahwa kondisi petani tebu dan industri gula nasional sangat memprihatinkan. Diibaratkan, saat ini sudah berada di jurang kematian.

“Ada masalah serius yang dialami petani tebu secara nasional, pasca-keputusan Menteri Perdagangan, yang mengeluarkan keputusan penetapan harga gula petani sebesar Rp 9.700 per kilogram,” ungkap Ketua Dewan Penasehat Pusat Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), HM Arum Sabil, Rabu (23/5/2018).

Baca: Kata Direktur Utama PT RNI Soal Produksi Gula yang Tidak Stabil

Arum menambahkan, keputusan tersebut cukup mengagetkan seluruh petani tebu. Sebab antara harga pembelian yang ditetapkan pemerintah dengan biaya produksi nyaris seimbang, bahkan dibawah biaya produksi yang dikeluarkan petani.

“Biaya produksi yang dikeluarkan petani tebu per kilogramnya mencapai Rp 9.500 per kg, bahkan yang ekstrim ada yang mencapai Rp 12.000 per kg, bisa dibayangkan seperti apa kondisi petani,” keluhnya.

Ada beberapa persoalan serius yang saat ini dihadapi petani tebu, di antaranya kualitas bibit yang tidak memadai, kemudian sarana produksi pertanian yang sering terlambat, lalu irigasi yang tidak baik.

“Belum lagi persoalan pupuk yang juga menjadi kendala, dan problem revitalisasi pabrik gula,” ungkap Arum.

Atas persoalan tersebut, Arum mengaku sudah menyampaikan kepada Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

“Kami sudah sampaikan kepada Pak Amran, Menteri Pertanian, dan beliau tadi mengatakan kepada kami, akan segera membahas dalam rapat koordinasi bersama kementrian terkait dan Kemenko Perekonomian. Semoga saja ada kabar baik bagi para petani,” harapnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.