Ekspor Kayu Lapis ke Korsel, Pasar Menggiurkan bagi Indonesia

Kompas.com - 28/05/2018, 16:51 WIB
Para karyawan menata potongan-potongan kayu sengon untuk bahan baku papan barecore di pabrik PT Nagabhuana Aneka Piranti di Wonogiri, Jawa Tengah, Selasa (22/11/2016). Indonesia mengekspor papan barecore ke sejumlah negara di antaranya Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia. KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYAPara karyawan menata potongan-potongan kayu sengon untuk bahan baku papan barecore di pabrik PT Nagabhuana Aneka Piranti di Wonogiri, Jawa Tengah, Selasa (22/11/2016). Indonesia mengekspor papan barecore ke sejumlah negara di antaranya Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia.

KOREA Selatan merupakan salah satu investor terbesar di Indonesia dan mitra dagang ke-7 bagi Indonesia. Total investasi Korea Selatan di Indonesia pada 2016 tercatat 1,06 miliar dollar AS atau setara Rp 14,8 triliun.

Sementara itu, total perdagangan Indonesia-Korea Selatan sebesar 13,68 miliar dollar AS atau Rp 191 triliun pada 2016 atau menurun 15,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Nilai ekspor Indonesia ke Korea Selatan sebesar 7 miliar dollar AS pada 2016 atau merosot 17,53 persen dalam lima tahun terakhir.

Pada Januari-April 2017, ekspor Indonesia ke Korea Selatan senilai 2,64 miliar dollar AS atau meningkat 14,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan menjadi Special Strategic Partnership ditandatangani oleh kedua kepala negara di Istana Kepresidenan Bogor pada 9 November 2017. Kerja sama tersebut meliputi 4 sektor, yaitu bidang ekonomi, transportasi, industri dan pertahanan.

Di bidang ekonomi, kedua kepala negara bersepakat meningkatkan perdagangan hingga 30 miliar dollar AS pada 2022. Hal tersebut dapat menjadi potensi besar peningkatan ekspor produk Indonesia terutama komoditi unggulan.

Produk ekspor komoditi unggulan Indonesia ke Korea Selatan meliputi batu bara, briket, ovoid dan padatan serupa, bahan manufaktur dari batu bara, bijih tembaga dan konsentrat, karet alam, kayu lapis, panel veener, bubur kertas, soda, dan beberapa barang manufaktur lain.

Selama 2012-2016, nilai impor kayu lapis Korea Selatan mengalami peningkatan dengan tren sebesar 5,6 persen. Pada 2013 dan 2014, nilai impor mengalami kenaikan masing-masing sebesar 11,2 persen dan 7,7 persen.

Selanjutnya, pada 2015, nilai impor sempat mengalami penurunan 2 persen, kemudian kembali mengalami peningkatan pada 2016, yakni sebesar 8,8 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya.

Impor kayu lapis dari Indonesia terus mengalami peningkatan di tahun 2013, 2014, 2015, dan 2016, masing-masing sebesar 12 persen, 44,1 persen, 29,7 persen, dan 29,9 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jika Tak Ada Penemuan Baru, Minyak Bumi Indonesia akan Habis dalam 9 Tahun

Jika Tak Ada Penemuan Baru, Minyak Bumi Indonesia akan Habis dalam 9 Tahun

Whats New
Soal UU Cipta Kerja, KSPI: Mudah-mudahan DPR Tidak 'Kucing-kucingan' Lagi...

Soal UU Cipta Kerja, KSPI: Mudah-mudahan DPR Tidak "Kucing-kucingan" Lagi...

Whats New
Efisiensi Anggaran Proyek Pipa Minyak Blok Rokan Capai Rp 2,1 Triliun

Efisiensi Anggaran Proyek Pipa Minyak Blok Rokan Capai Rp 2,1 Triliun

Rilis
Pengetahuan Teknologi hingga Internet jadi Persoalan Digitalisasi UMKM

Pengetahuan Teknologi hingga Internet jadi Persoalan Digitalisasi UMKM

Whats New
Sri Mulyani Sebut Pemerintah Bakal Dukung Pembiayaan Startup, Ini Penjelasannya

Sri Mulyani Sebut Pemerintah Bakal Dukung Pembiayaan Startup, Ini Penjelasannya

Whats New
Ekonom: Sektor riil Paling Belum Siap Hadapi Digitalisasi

Ekonom: Sektor riil Paling Belum Siap Hadapi Digitalisasi

Whats New
Turun Signifikan dalam Beberapa Pekan, Saham IKAN Masuk Pengawasan Bursa

Turun Signifikan dalam Beberapa Pekan, Saham IKAN Masuk Pengawasan Bursa

Rilis
BI: Sistem Pembayaran Digital Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi

BI: Sistem Pembayaran Digital Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi

Whats New
Penjualan Emas Antam Melonjak 147 Persen pada Kuartal III-2020

Penjualan Emas Antam Melonjak 147 Persen pada Kuartal III-2020

Whats New
Sri Mulyani Soroti Ketimpangan Digitalisasi di Indonesia

Sri Mulyani Soroti Ketimpangan Digitalisasi di Indonesia

Whats New
Pansus KBN Tinjau Pelabuhan Marunda, KCN: Menunggu Rekomendasi Terbaik

Pansus KBN Tinjau Pelabuhan Marunda, KCN: Menunggu Rekomendasi Terbaik

Whats New
Ekonomi RI Bisa Pulih Cepat Dibandingkan Singapura dan AS, Mengapa?

Ekonomi RI Bisa Pulih Cepat Dibandingkan Singapura dan AS, Mengapa?

Whats New
Percepatan Penyerapan Stimulus Bisa Dorong Pemulihan Ekonomi di Kuartal IV 2020

Percepatan Penyerapan Stimulus Bisa Dorong Pemulihan Ekonomi di Kuartal IV 2020

Whats New
Digitalisasi Semakin Masif akibat Pandemi, Perbankan Harus Hati-hati Salurkan Kredit

Digitalisasi Semakin Masif akibat Pandemi, Perbankan Harus Hati-hati Salurkan Kredit

Whats New
UU Cipta Kerja, Apa Pengaruhnya ke Kemampuan Membeli Rumah?

UU Cipta Kerja, Apa Pengaruhnya ke Kemampuan Membeli Rumah?

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X