Bandara Banyuwangi Siap Sambut Menteri Keuangan dari 10 Negara - Kompas.com

Bandara Banyuwangi Siap Sambut Menteri Keuangan dari 10 Negara

Kompas.com - 15/06/2018, 09:15 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan selfie saat berkunjung ke Bandara Banyuwangi Kamis (1/3/2018). Bergabung bersama mereka, Gubernur Bank Indonesia Agus Dermawan Wintarto Martowardjojo dan juga Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.KOMPAS.COM/Ira Rachmawati Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan selfie saat berkunjung ke Bandara Banyuwangi Kamis (1/3/2018). Bergabung bersama mereka, Gubernur Bank Indonesia Agus Dermawan Wintarto Martowardjojo dan juga Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Menteri Keuangan dari 10 negara yang akan menjadi peserta Annual Meeting IMF-World Bank 2018 bakal mendarat di Bandara Banyuwangi pada Oktober mendatang.

Pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia sendiri rencananya digelar di Bali dan akan dihadiri 17.000 delegasi, sebagaimana dilansir Antara.

"Kami sudah memilah, ada menteri keuangan dari sekitar 10 negara delegasi yang rencananya akan kita daratkan di Banyuwangi," kata Dirut PT Angkasa Pura (AP) II Muhamad Awaluddin, Rabu (12/6/2018).

Untuk itu, sejumlah pembangunan infrastruktur penunjang tengah dikebut oleh AP II selaku pengelola Bandara Banyuwangi untuk menyambut pertemuan tahunan tingkat dunia tersebut.

(Baca: Jelang Pertemuan IMF dan Bank Dunia, Bandara Banyuwangi Disiapkan Jadi Penyangga Bali)

Pembangunan itu di antaranya perpanjangan dan pelebaran landasan pacu, perluasan apron, dan penebalan landasan.

Khusus landasan pacu, imbuhnya, akan diperpanjang dari yang semula 2.250 meter menjadi 2.500 meter. Landasan pacu juga diperlebar menjadi 45 meter, sedangkan tebal landasan ditingkatkan menjadi PCN 56.

Penebalan landasan rencananya dilakukan pada akhir Juni. Apron juga bakal ditambah 23.000 meter persegi, sehingga total menjadi 41.000 meter persegi.

"Semua pengerjaan tersebut, akan selesai awal September. Artinya kesiapan untuk pertemuan IMF-World Bank aman. Dengan spesifikasi infrastruktur seperti itu juga, Banyuwangi sudah bisa menjadi international airport," ujar Awaluddin.

Restoran underground

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pemerintah daerah siap mendukung pemerintah pusat untuk menyukseskan agenda besar internasional IMF-World Bank itu.

Bahkan, ia menyetujui penggunaan bangunan ruang tunggu VVIP di kawasan bandara diubah menjadi terminal penerbangan internasional.

Anas menyilakan AP II untuk mulai membangun restoran underground. Rencananya, restoran dibangun di bawah hamparan rerumputan hijau dari masterplan bandara yang telah dibuat.

"Penambahan parkir juga bisa dilakukan di samping resto ini nanti. Tentunya dengan konsep green airport ini, akan menambah daya tarik tersendiri bagi delegasi yang hadir," kata dia.

(Baca: Menteri Pariwisata Dorong Dibukanya Penerbangan Banyuwangi-Bali)

Banyuwangi dipilih sebagai salah satu daerah yang ditawarkan untuk menjadi tujuan wisata  delegasi pertemuan IMF-World Bank dari seluruh dunia.

Nantinya, menteri keuangan dari 10 negara itu bisa menikmati wisata Gunung Ijen dengan api biru ( blue fire) yang fenomenal, wisata petik kopi, serta beragam atraksi seni yang memikat.



Close Ads X