Soal Ekspor Sawit ke Uni Eropa, Jokowi Bentuk Satuan Tugas

Kompas.com - 28/06/2018, 23:03 WIB
Ilustrasi: Pekerja menaikkan tandan buah segar sawit ke truk. KOMPAS/IWAN SETIYAWANIlustrasi: Pekerja menaikkan tandan buah segar sawit ke truk.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan mengambil respons terkait keputusan Uni Eropa yang menunda larangan impor minyak kelapa sawit hingga 2030.

Menko bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Presiden Joko Widodo ( Jokowi) telah mengambil tindakan untuk merespons keputusan tersebut.

"Ya sawit tadi pembahasannya bagus, nanti Presiden mau buat task force (satuan tugas) untuk menanggapi keputusan Uni Eropa itu," kata Luhut di kantornya, Kamis (28/6/2018).

Task force tersebut menurut dia, untuk memproses segala kebijakan yang berkaitan dengan pelarangan impor minyak kelapa sawit.

Baca juga: RI Menangkan Gugatan soal Iklan Minyak Kelapa Sawit di di Perancis

"Nanti ini prosesnya enam bulan untuk memfinalisasi. Jadi saat Februari 2019 harus selesai," tutur Luhut.

Selain itu, Luhut menegaskan saat ini pemerintah hendak menyepakati definisi indirect land use-change atau ILUC yang dikeluarkan oleh.

Kemudian, Luhut juga meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mengkaji lebih dalam soal keputusan penundaan impor kelapa sawit tersebut.

"Kita masih mempelajari, kita sudah paham bahwa face out palm oil dari 2021 sudah bergeser ke 2030, tetapi yang harus kita perhatikan apakah face out-nya itu hanya palm oil, jadi harus hati-hati kita lihat," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan selepas rapat di Kantor Kemenko bidang Kemaritiman, Jakarta, Kamis (28/6/2018).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X