OJK Minta Sosialisasi Fintech ke Masyarakat Terus Dilakukan

Kompas.com - 13/07/2018, 19:36 WIB
Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) dan UangTeman resmi menggelar Fintech Fair 2018 di Mal Taman Anggrek, Jakarta dari 13 hingga 15 Juli 2018. KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKOAsosiasi Fintech Indonesia (Aftech) dan UangTeman resmi menggelar Fintech Fair 2018 di Mal Taman Anggrek, Jakarta dari 13 hingga 15 Juli 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta Asosiasi Financial Technology (Fintech) Indonesia atau Aftech lebih banyak menggelar acara yang berkaitan dengan pengenalan fintech terhadap masyarakat.

Adapun saat ini, Aftech tengah menggelar Fintech Fair di Jakarta. Acara tersebut dimaksudkan untuk memperkenalkan dan membuka mata masyarakat terkait perusahaan fintech.

"Fintech Fair kalau bisa jangan cuma di Jakarta, tetapi bisa ada di daerah lain supaya masyarakat sadar bahwa di samping lembaga keuangan konvensional ada online sebagai alternatif sehingga ketika butuh pendanaan bisa menggunakan fintech," jelas Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi di Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Acara seperti Fintech Fair tersebut dirasa Hendrikus penting bagi masyarakat sebab, selain dapat mengetahui alternatif pendanaan, mereka juga bakal mengetahui risiko di balik penggunaan fintech itu sendiri.

Baca juga: Hingga Juni, Fintech Sudah Kucurkan Pembiayaan Rp 7 triliun

"Ini kan bisa selain memperkenalkan publik ada alternatif, tetapi juga bisa memahami tentang risiko yang ada di balik kenyamanan yang diberikan oleh perusahaan fintech," imbuh dia.

Adapun risiko tersebut dikatakan Hendrikus bisa diminimalkan dengan perlindungan konsumen. Untuk itu, dia meminta agar nasabah dan pelaku usaha fintech bersinergi untuk mewujudkan perlindungan konsumen tersebut.

"Isu tersebut baru dapat ditangani apabila seluruh aspek masyarakat mampu bekerja sama dengan baik. Tugas itu tidak hanya menjadi tanggung jawab OJK sebagai regulator tetapi juga para pelaku industri, termasuk pelaku fintech. Masyarakat perlu tahu produk dan layanan yang legal dan diawasi oleh regulator sehingga mereka bisa terhindar dari penipuan atau kejahatan keuangan," terangnya.

Di sisi lain, Aftech selaku asosiasi yang menaungi perusahaan fintech di Indonesia pun telah sadar pentingnya perlindungan konsumen tersebut. Oleh karenanya, mereka bertekad terus melakukan sosialisasi terkait perusahaan fintech.

"Sebelum masyarakat menggunakan fintech, kami ingin masyarakat tahu dan paham benar bahwa fintech mementingkan keamanan konsumen. Kami harap dengan mengetahui bahwa konsumen aman, kepercayaan masyarakat akan tumbuh dan menciptakan keinginan masyarakat untuk menggunakan jasa fintech sebagai solusi kebutuhan keuangan," sebut Wakil Ketua Umum Aftech Adrian Gunadi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Whats New
Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Whats New
Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Whats New
OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

Whats New
Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Whats New
Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Whats New
Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] 'Reading Habit' pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] "Reading Habit" pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

Rilis
Soal Deposito Raib, Bank Mega Syariah: Dana Telah Masuk ke Rekening Perusahaan

Soal Deposito Raib, Bank Mega Syariah: Dana Telah Masuk ke Rekening Perusahaan

Whats New
YDBA Beri Pembinaan untuk Para Perajin Cangkul di Klaten

YDBA Beri Pembinaan untuk Para Perajin Cangkul di Klaten

Whats New
Perusahaan Tidak Bayar THR Lebaran 2021, Begini Cara Melaporkannya

Perusahaan Tidak Bayar THR Lebaran 2021, Begini Cara Melaporkannya

Whats New
Co-CEO Gojek Bakal Jadi Bos Perusahaan Hasil Merger dengan Tokopedia?

Co-CEO Gojek Bakal Jadi Bos Perusahaan Hasil Merger dengan Tokopedia?

Whats New
Posko THR 2021 Diluncurkan, Apa Fungsinya?

Posko THR 2021 Diluncurkan, Apa Fungsinya?

Whats New
Kemenperin Pacu Peran Startup untuk Dukung Transformasi Industri

Kemenperin Pacu Peran Startup untuk Dukung Transformasi Industri

Rilis
IHSG 'Parkir' di Zona Merah, Rupiah Justru Menguat

IHSG "Parkir" di Zona Merah, Rupiah Justru Menguat

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X