BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 5,25 Persen

Kompas.com - 19/07/2018, 15:47 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo usai rapat dengan Badan Anggaran DPR RI, Rabu (11/7/2018). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERAGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo usai rapat dengan Badan Anggaran DPR RI, Rabu (11/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia menahan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate di angka 5,25 persen. BI mempertahankan suku bunga setelah tiga kali menaikkan basis points selama semester pertama.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar pada 18-19 Juli 2018.

"Kami mempertahankan BI 7-Days Reverse Repo Rate 5,25 persen," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di kompleks BI, Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Sama dengan suku bunga acuan, Deposit Facility Rate dan suku bunga landing facility juga masih tetap seperti hasil rapat dewan gubernur terakhir pada 28 Juni 2018. Deposit Facility Rate tetap 4,5 persen dan suku bunga landing facility tetap 6 persen.

Baca juga: The Fed: Langkah Terbaik Ke Depan adalah Kembali Naikkan Suku Bunga

Perry mengatakan, keputusan tersebut konsisten dengan keyakinan dan upaya BI mempertajam daya tarik pasar keuangan domestik di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

"Ini untuk menjaga stabilitas terutama nilai tukar rupiah," kata Perry.

Selanjutnya, BI akan mencermati perkembangan domestik untuk memperkuat respon bauran kebijakan dalam menjaga daya tarik keuangan pasar domestik. Perry mengatakan, langkah tersebut untuk memperbanyak instrumen di pasar uang.

"Termasuk meningkatakan penggunaan hedging agar tetap mendukung upaya stabilisasi khususnya nilai tukar," kata Perry.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keukeuh Minta Kenaikan Upah, KSPI Bandingkan dengan Zaman Habibie

Keukeuh Minta Kenaikan Upah, KSPI Bandingkan dengan Zaman Habibie

Whats New
DPR: Kunjungan PM Jepang Harus Bisa Dimanfaatkan Pengusaha Nasional

DPR: Kunjungan PM Jepang Harus Bisa Dimanfaatkan Pengusaha Nasional

Whats New
PGN Pastikan Pengerjaan Pembangunan Pipa Rokan Selesai Tepat Waktu

PGN Pastikan Pengerjaan Pembangunan Pipa Rokan Selesai Tepat Waktu

Rilis
Jika Tak Ada Penemuan Baru, Minyak Bumi Indonesia Akan Habis dalam 9 Tahun

Jika Tak Ada Penemuan Baru, Minyak Bumi Indonesia Akan Habis dalam 9 Tahun

Whats New
Soal UU Cipta Kerja, KSPI: Mudah-mudahan DPR Tidak 'Kucing-kucingan' Lagi...

Soal UU Cipta Kerja, KSPI: Mudah-mudahan DPR Tidak "Kucing-kucingan" Lagi...

Whats New
Efisiensi Anggaran Proyek Pipa Minyak Blok Rokan Capai Rp 2,1 Triliun

Efisiensi Anggaran Proyek Pipa Minyak Blok Rokan Capai Rp 2,1 Triliun

Rilis
Pengetahuan Teknologi hingga Internet jadi Persoalan Digitalisasi UMKM

Pengetahuan Teknologi hingga Internet jadi Persoalan Digitalisasi UMKM

Whats New
Sri Mulyani Sebut Pemerintah Bakal Dukung Pembiayaan Startup, Ini Penjelasannya

Sri Mulyani Sebut Pemerintah Bakal Dukung Pembiayaan Startup, Ini Penjelasannya

Whats New
Ekonom: Sektor riil Paling Belum Siap Hadapi Digitalisasi

Ekonom: Sektor riil Paling Belum Siap Hadapi Digitalisasi

Whats New
Turun Signifikan dalam Beberapa Pekan, Saham IKAN Masuk Pengawasan Bursa

Turun Signifikan dalam Beberapa Pekan, Saham IKAN Masuk Pengawasan Bursa

Rilis
BI: Sistem Pembayaran Digital Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi

BI: Sistem Pembayaran Digital Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi

Whats New
Penjualan Emas Antam Melonjak 147 Persen pada Kuartal III-2020

Penjualan Emas Antam Melonjak 147 Persen pada Kuartal III-2020

Whats New
Sri Mulyani Soroti Ketimpangan Digitalisasi di Indonesia

Sri Mulyani Soroti Ketimpangan Digitalisasi di Indonesia

Whats New
Pansus KBN Tinjau Pelabuhan Marunda, KCN: Menunggu Rekomendasi Terbaik

Pansus KBN Tinjau Pelabuhan Marunda, KCN: Menunggu Rekomendasi Terbaik

Whats New
Ekonomi RI Bisa Pulih Cepat Dibandingkan Singapura dan AS, Mengapa?

Ekonomi RI Bisa Pulih Cepat Dibandingkan Singapura dan AS, Mengapa?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X