Investor Ritel Bisa Beli Efek Beragun Aset Hanya Dengan Rp 100.000

Kompas.com - 02/08/2018, 12:28 WIB
Rilis Produk EBA-SP Ritel Perdana di Indonesia Antara PT SMF dan BNI Sekuiritas, Kamis (2/8/2018) KOMPAS.com/Putri Syifa NurfadilahRilis Produk EBA-SP Ritel Perdana di Indonesia Antara PT SMF dan BNI Sekuiritas, Kamis (2/8/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Rilis produk Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) Ritel oleh PT Sarana Multigriya Finansial Persero (SMF) yang bekerja sama dengan PT BNI Sekuritas menargetkan pasar perseroangan dengan denominasi Rp 100.000.

Produk EBA-SP Ritel SMF yang akan dipasarkan oleh BNI Sekuritas adalah EBA-SP BTN 01 Kelas A dengan rating idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dengan kupon bunga 8,6 persen per tahun dengan denominasi hanya Rp 100.000.

Adapun EBA-SP SMF-BTN 01 Kelas A tercatat pada bursa efek pada tanggal 3 Desember 2015 dengan tanggal Jatuh Tempo Final EBA-SP Kelas A jatuh pada tanggal 7 Maret 2022. Namun demikian, diperkirakan akan lunas lebih awal karena kumpulan tagihan mempunyai rata-rata tertimbang jatuh tempo (weighted average life) selama 2,08 tahun.

Sementara itu, Presiden Direktur BNI Sekuiritas Adiyasa Suhadibroto mengatakan kupon EBA-SP Ritel dari SMF bahwa investor akan mendapat pembayaran kupon bunga setiap 3 bulan.

"Produk EBA-SP Ritel dari SMF dengan kupon 8,6 persen per tahun adalah investasi fixed income yang sangat menarik dan aman, dan saat ini hanya dijual melalui BNI Sekuritas. Investor EBA Ritel SMF akan mendapat pembayaran kupon bunga setiap 3 bulan dan apabila membutuhkan dana dapat menjual kembali EBA-SP Ritelnya sewaktu-waktu," ujar Adiyasa.

Lebih lanjut, Adiyasi mengungkapkan untuk mempermudah investor investasi EBA-SP Ritel ini bulan Oktober 2018 akan diluncurkan aplikasi versi mobile.

"Kami persiapkan versi mobile, mungkin setelah bulan Oktober 2018 launching," tambah Adiyasa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan hingga saat ini terdapat 14 seri EBA di bursa dengan total Rp 9 triliun.

"Saat ini ada 14 seri EBA di bursa dengan total Rp 9 triliun. Semoga instrumen EBA semakin banyak berkembang ke depan," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.