RI Ingin Komponen Dalam Negeri Banyak Dipakai di Proyek KA Cepat Jakarta-Surabaya

Kompas.com - 08/08/2018, 07:32 WIB
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ketika memberikan keterangan pers di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, Kamis (21/6/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIRWakil Presiden RI Jusuf Kalla ketika memberikan keterangan pers di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, Kamis (21/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan, pemerintah terus melakukan negosiasi dengan Jepang terkait proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya.

Sesuai instruksi Presiden Jokowi ucap Kalla, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di proyek KA Jakarta-Surabaya harus semaksimal mungkin.

"Itu menjadi salah satu alasanya," ujarnya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Kalla mengatakan, penggunaan komponen dalam negeri yang maksimal sangat dibutuhkan menyusul peliknya situasi ekonomi nasional saat ini.

Baca: Menhub Ancam Tak Lanjutkan Kajian KA Cepat Surabaya-Jakarta jika Harga Tak Turun

Terutama akibat neraca pembayaran yang terus defisit. Pada kuartal 1 2018 lalu, defisit neraca pembayaran Indonesia mencapai 3,8 miliar dollar AS.

Oleh karena itu, dengan penggunaan komponan dalam negeri yang maksimal dalam setiap proyek infrastruktur, diharapkan bisa mengurangi impor dan menghemat devisa.

Selain itu, penggunaan komponen dalam negari juga bisa membuat lapangan kerja terbuka. Sebab semua produksi dilakukan di dalam negeri.

Kalla yakin sejumlah perusahaan dalam negeri bisa menyediakan barang-barang proyek KA Jakarta- Surabaya. Misalnya saja gerbong kereta yang diproduksi oleh PT INKA atau relnya.

"Masih ada waktu negosiasi. Jepang tentu memberikan syarat-syarat tetapi toh kita bisa mengekspor gerbong-gerbong kereta ke banyak negara," ucap Kalla.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X