Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

RI Ingin Komponen Dalam Negeri Banyak Dipakai di Proyek KA Cepat Jakarta-Surabaya

Kompas.com - 08/08/2018, 07:32 WIB
Yoga Sukmana,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan, pemerintah terus melakukan negosiasi dengan Jepang terkait proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya.

Sesuai instruksi Presiden Jokowi ucap Kalla, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di proyek KA Jakarta-Surabaya harus semaksimal mungkin.

"Itu menjadi salah satu alasanya," ujarnya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Kalla mengatakan, penggunaan komponen dalam negeri yang maksimal sangat dibutuhkan menyusul peliknya situasi ekonomi nasional saat ini.

Baca: Menhub Ancam Tak Lanjutkan Kajian KA Cepat Surabaya-Jakarta jika Harga Tak Turun

Terutama akibat neraca pembayaran yang terus defisit. Pada kuartal 1 2018 lalu, defisit neraca pembayaran Indonesia mencapai 3,8 miliar dollar AS.

Oleh karena itu, dengan penggunaan komponan dalam negeri yang maksimal dalam setiap proyek infrastruktur, diharapkan bisa mengurangi impor dan menghemat devisa.

Selain itu, penggunaan komponen dalam negari juga bisa membuat lapangan kerja terbuka. Sebab semua produksi dilakukan di dalam negeri.

Kalla yakin sejumlah perusahaan dalam negeri bisa menyediakan barang-barang proyek KA Jakarta- Surabaya. Misalnya saja gerbong kereta yang diproduksi oleh PT INKA atau relnya.

"Masih ada waktu negosiasi. Jepang tentu memberikan syarat-syarat tetapi toh kita bisa mengekspor gerbong-gerbong kereta ke banyak negara," ucap Kalla.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

BRI Bakal Ambil Langkah Hukum soal Konten Ajakan Tarik Uang dari Bank

BRI Bakal Ambil Langkah Hukum soal Konten Ajakan Tarik Uang dari Bank

Whats New
Soal Uang Hilang di Tabungan, Ekonom Sebut Perbankan Punya Pengawasan Ketat

Soal Uang Hilang di Tabungan, Ekonom Sebut Perbankan Punya Pengawasan Ketat

Whats New
PetroChina Dinilai Konsisten Tingkatkan Kompetensi Perajin Batik dan Dorong Literasi di Jambi

PetroChina Dinilai Konsisten Tingkatkan Kompetensi Perajin Batik dan Dorong Literasi di Jambi

Whats New
Wamen BUMN: Emas Bukan Aset 'Sunset'

Wamen BUMN: Emas Bukan Aset "Sunset"

Whats New
Peleburan 7 BUMN Karya Ditargetkan Rampung September 2024

Peleburan 7 BUMN Karya Ditargetkan Rampung September 2024

Whats New
Relaksasi Harga Gula Akan Berakhir, Pengusaha Ritel Berharap Stok Terjamin

Relaksasi Harga Gula Akan Berakhir, Pengusaha Ritel Berharap Stok Terjamin

Whats New
Komitmen Dorong Inklusi Keuangan, Bank Mandiri Perkuat Peran Mandiri Agen

Komitmen Dorong Inklusi Keuangan, Bank Mandiri Perkuat Peran Mandiri Agen

Whats New
Resmikan The Gade Tower, Wamen BUMN: Jadi Simbol Modernisasi Pegadaian

Resmikan The Gade Tower, Wamen BUMN: Jadi Simbol Modernisasi Pegadaian

Whats New
Kemenperin Kasih Bocoran soal Aturan Impor Ban

Kemenperin Kasih Bocoran soal Aturan Impor Ban

Whats New
Pengusaha Ritel: Pembatasan Pembelian Gula Bukan karena Stok Kosong

Pengusaha Ritel: Pembatasan Pembelian Gula Bukan karena Stok Kosong

Whats New
Luhut Minta Penyelesaian Lahan di IKN Tak Rugikan Masyarakat

Luhut Minta Penyelesaian Lahan di IKN Tak Rugikan Masyarakat

Whats New
Prudential Indonesia Rilis Produk Asuransi Kesehatan PRUWell, Simak Manfaatnya

Prudential Indonesia Rilis Produk Asuransi Kesehatan PRUWell, Simak Manfaatnya

Whats New
Kunjungi IKN, Luhut Optimistis Pembangunan Capai 80 Persen pada Agustus 2024

Kunjungi IKN, Luhut Optimistis Pembangunan Capai 80 Persen pada Agustus 2024

Whats New
Wamendes PDTT: Urgensi Transmigrasi dan Dukungan Anggaran Perlu Ditingkatkan

Wamendes PDTT: Urgensi Transmigrasi dan Dukungan Anggaran Perlu Ditingkatkan

Whats New
IDSurvey Tunjuk Suko Basuki sebagai Komisaris Independen

IDSurvey Tunjuk Suko Basuki sebagai Komisaris Independen

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com