Bunga KPR dan Batas DP Hambat Penjualan Properti Kuartal II 2018 - Kompas.com

Bunga KPR dan Batas DP Hambat Penjualan Properti Kuartal II 2018

Kompas.com - 10/08/2018, 08:34 WIB
Ilustrasi kredit pemilikan rumah (KPR)THINKSTOCKS/SARINYAPINNGAM Ilustrasi kredit pemilikan rumah (KPR)

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) melalui Survei Harga Properti Residential Pasar Primer kuartal II 2018 mendapati penjualan properti melambat. Hal itu ditandai dengan penjualan properti residential yang turun sebesar minus 0,08 persen.

Perlambatan ini dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang justru penjualan propertinya tumbuh 10,55 persen.

"Beberapa faktor yang menyebabkan penjualan properti residensial pada kuartal II 2018 adalah tingginya suku bunga Kredit Pemilikan Rumah ( KPR) dan masih adanya batasan Down Payment (DP) untuk kredit rumah," kata Deputi Direktur Departemen Statistik BI Gantiah Wuryandani di kantornya, Kamis (9/8/2018).

Mengenai suku bunga KPR dilihat dari lokasi, yang tertinggi terjadi di Bengkulu sebesar 14,57 persen dan terendah di Yogyakarta sebesar 8,98 persen. Sedangkan berdasarkan kelompok bank, suku bunga KPR terendah ada di bank persero sebesar 9,30 persen per tahun dan suku bunga tertinggi ada di BPD sebesar 12,25 persen per tahun.

"Pembiayaan pembangunan properti residensial oleh pengembang terutama bersumber dari non perbankan, sedangkan konsumen masih menggunakan fasilitas KPR sebagai fasilitas utama untuk membeli rumah," tutur Gantiah.

Jika dirinci, rata-rata penggunaan dana internal pengembang untuk pembangunan properti residensial sebesar 58,11 persen yang disusul dengan pinjaman perbankan (32,69 persen), dan pembayaran dari konsumen (7,35 persen). Dari komposisi dana internal, porsi terbesar berasal dari laba ditahan dan modal disetor.

Sementara hasil survei turut mengindikasikan sebagian besar konsumen dengan persentase 75,21 persen menggunakan fasilitas KPR. Disusul dengan 16,13 persen responden survei yang mewakili konsumen membeli properti dengan tunai bertahap dan 8,66 persen responden dengan tunai.

Dari sisi harga, juga terjadi perlambatan kenaikan harga yang menyasar pada hampir semua tipe rumah. BI memprediksi, perlambatan kenaikan harga masih akan terjadi pada rumah tipe kecil dan tipe menengah pada kuartal III 2018 mendatang.


Komentar
Close Ads X