Bank UOB Tagih Utang Produsen Taro Melalui Pengadilan

Kompas.com - 13/08/2018, 06:36 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Bank UOB Indonesia menagih utang melalui permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kepada PT Putra Taro Paloma, produsen makanan ringan Taro.

Selain itu, UOB juga mengajukan permohonan yang sama kepada PT Balaraja Bosco Paloma. Permohonan PKPK kepada kedua entitas anak usaha PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) diajukan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Perkara ini terdaftar dengan nomor 117/Pdt.Sus-PKPU/2017/PN Jkt.Pst. Sementara dari berkas permohonan yang diperoleh, diketahui nilai tagihan sejumlah Rp 188,02 miliar.

"Sebenarnya tagihan kami hanya kepada termohon 1 (Putra Taro), tapi termohon dua merupakan pemberi jaminan (corporate guarantee) sehingga ikut jadi termohon," kata kuasa hukum Bank UOB Davin Varian dari kantor hukum Swandy Halim & Partners seperti dilansir Kontan.co.id, Minggu (12/8/2018).

Baca juga: Jokowi, Prabowo, dan Sandiaga Ajukan Surat Tidak Pailit ke PN Jakpus

Terkait tagihan ini, ada tiga fasilitas kredit yang diberikan UOB kepada Putra Taro, pertama Committed Term Loan dengan nilai total Rp 87,42 miliar, kedua fasilitas Trust Receipt dan Clean Trust Receipt senilai total Rp 82,67 miliar, dan terakhir fasilitas Overdraft senilai Rp 17,82 miliar.

Utang-utang ini sendiri sudah coba ditagih Bank UOB melalui surat somasi pada 31 Juli 2018. Di mana dalam surat dinyatakan bahwa batas akhir pembayaran ditentukan Bank UOB pada 3 Agustus. Namun hingga pendaftaran perkara, belum ada utang yang dibayarkan.

Dalam berkas permohonan, Bank UOB juga turut menggandeng PT Bank DBS Indonesia, dan PT Supracor Sejahtera sebagai kreditor lain. Meski demikian, tak disebut berapa nilai tagihan kedua kreditor ini.

Selain, di Jakarta Pusat, Bank UOB juga turut mengajukan permohonan PKPU di Pengadilan Niaga Semarang untuk menagih utang dua anak usaha Tiga Pilar lainnya yakni PT Tiga Pilar Sejahtera dan PT Poly Meditra Indonesia.

"Yang pasti UOB ini pegang jaminan (separatis), ketika sudah default, kita ajukan PKPU. Kalau yang di Semarang kurang lebih nilai tagihannya Rp 50 miliar," ucap Davin.

Baca juga: Menyimak Kisruh di Tubuh Tiga Pilar Sejahtera

Jika menilik laporan keuangan 2017 Tiga Pilar, dua entitas anak yang diajukan PKPU oleh Bank UOB merupakan fasilitas kredit yang diberikan ke induknya dengan nilai Rp 75 miliar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X