Dari 13.345 Tenaga Honorer K-II, Hanya Sekitar 8.000 yang Daftar CPNS

Kompas.com - 16/10/2018, 15:27 WIB
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan saat diwawancarai di kantornya, Jakarta, Rabu (26/9/2018).KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA Kepala Biro Hubungan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan saat diwawancarai di kantornya, Jakarta, Rabu (26/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat ada 13.345 tenaga honorer K-II yang berkesempatan mengikuti seleksi calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS).

Namun, hingga pendaftaran tutup pada 15 Oktober 2018, hanya ada 8.802 akun yang mendaftar. Sementara yang sudah melengkapi dokumen persyaratan lebih sedikit lagi, yakni 8.765 pendaftar.

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengatakan, total ada sekitar 4.500 tenaga honorer K-II yang melewatkan kesempatan tersebut untuk menjadi CPNS.

"Apa yang terjadi dengan hampir 5.000 orang itu, kami tidak tahu," ujar Ridwan dalam konferensi pers di Kantor BKN, Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Ridwan menduga mereka menemui kendala mendaftar dan melampirkan dokumen menggunakan aplikasi online. Sebab, kata dia, tak sedikit pelamar CPNS yang datang langsung ke kantor BKN.

Mereka rata-rata menanyakan cara mengunggah dokumen persyaratan ke laman resmi SSCN.

"Padahal itu jelas sekali, sangat sederhana," kata Ridwan.

Di samping itu, ada juga kasus yang ditemui pada pendaftar dari tenaga honorer, yakni mereka tak mengisi aplikasi itu sendiri. Beberapa meminta operator sekolah untuk memasukkan data dan dokumen.

Sementara itu, tak semua operator sekolah yang mereka percaya itu memahami bagaimana menggunakan SSCN dan menmasukan data dengan benar. Terlepas dari masalah itu, kata Ridwan, pemerintah telah berupaya maksimal agar tenaga honorer bisa naik menjadi PNS, salah satunya dengan kesempatan mengikuti seleksi ini.

"At least pemerintah sudah kasih kesempatan dua kali. Kalau tidak dipakai, ya bagaimana," kata Ridwan.

"Pemerintah melakukan segala upaya buat teman-teman honorer K-II untuk tenaga pendidikan dan kesehatan. Tapi kan tidak bisa semua, ada syarat yang harus dipenuhi," lanjut dia.




Close Ads X