298 Atlet Berprestasi Pelamar CPNS Hampir Dipastikan Lolos Seleksi

Kompas.com - 16/10/2018, 16:11 WIB
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan saat diwawancarai di kantornya, Jakarta, Rabu (26/9/2018).KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA Kepala Biro Hubungan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan saat diwawancarai di kantornya, Jakarta, Rabu (26/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Atlet berprestasi yang terdaftar di Kementerian Pemuda dan Olahraga sebanyak 300 atlet. Namun, tak semuanya berminat menjadi calon Pegawai Neger Sipil ( CPNS). Terlihat dari jumlah pelamarnya sebanyak 298 orang.

"Yang menyerahkan dokumennya ke Kemenpora 298 atlet. Ada dua atlet mungkin tak berkenan jadi PNS," kata Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan di kantor BKN, Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Dalam seleksi tersebut, bisa dipastikan semua atlet berprestasi yang melamar CPNS akan lolos seleksi. Ridwan mengatakaan, mereka tetap mengikuti seleksi yang sama dengan peserta lain. Kompetensi dasar mereka tetap harus ikut. Hanya saja, perbedaannya terletak pada passing grade.

"Passing grade mereka adalah nilai yang terbawah. Alias mereka semua bisa masuk," kata Ridwan.

Setelah lolos kompetensi dasar, para atlet tersebut akan mengikuti seleksi wawancara sebagaimana peserta lain yang lolos. Biasanya, kata Ridwan, dalam seleksi wawancara sedikit sekali yang gagal. Dengan demikian, peluang atlet berprestasi untuk menjadi CPNS terbuka lebar.

"Sehingga bisa diperkirakan 298 atlet itu akan diabsorbsi oleh sistem CPNS dan penugasannya disitribusi oleh Kemenpora," kata Ridwan.

Ridwan mengatakan, syarat atlet berprestasi yang memenuhi syarat mendaftar CPNS tertera dalam Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 6 Tahun 2018. Di sana tertulis, ada tiga kategori.

Pertama, minimal mendapat perunggu pada olimpik dan paralimpik serta kejuaan dunia tahun 2016. Kedua, minimal mendapat perak pada Asian Games dan Para Games serta kejuaraan Asia tahun 2014. Ketiga, minimal emas pada Sea Games dan Asean Para Games serta kejuaraan ASEAN lainnya pada 2015 dan 2017.

Sementara untuk atlet yang mengikuti kejuaraan tahun 2018, seperti Asian Games dan Para Games, belum memenuhi kualifikasi untuk ikut seleksi CPNS tahun ini.

"Jadi jangan harap ada mas Jojo (Jonatan Christie) masuk sini. Mungkin di lain kesempatan," kata Ridwan.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X