OJK Targetkan Pinjaman P2P Lending di Akhir Tahun Capai Rp 20 Triliun

Kompas.com - 20/10/2018, 22:15 WIB
Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Fintech OJK, Hendrikus Passagi di Bogor, Jumat (18/10/2018) KOMPAS.com/ Putri Syifa NurfadilahDirektur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Fintech OJK, Hendrikus Passagi di Bogor, Jumat (18/10/2018)

BOGOR, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan jumlah pinjaman yang disalurkan oleh perusahaan teknologi finansial (tekfin) atau financial technology (fintech), utamanya peer-to-peer (P2P) lending hingga akhir tahun 2018 bisa sampai Rp 20 miliar.

"Sampai dengan akhir Desember, (total yang disalurkan bisa mencapai) Rp 18 triliun sampai Rp 20 triliun. Melihat pertumbuhannya dari waktu ke waktu, kami perkirakan di angka itu,” ujar Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Fintech OJK, Hendrikus Passagi di Bogor, Jumat (19/10/2018) malam.

Berdasarkan data OJK, jumlah pinjaman P2P lending per Agustus 2018 sudah mencapai Rp 11,68 triliun. Sementara itu untuk kontribusi jumlah pinjaman yang disalurkan masih dominan berasal dari Pulau Jawa, terutama Jawa Barat sebesar Rp 2,5 triliun.

Baca juga: Pembiayaan Lewat Fintech P2P Lending Makin Diminati Masyarakat

Sementara itu, untuk peminjam atau borrower ditargetkan Hendrikus akhir Desember 2018 sebanyak 3 juta orang. Hingga Oktober ini, jumlah borrower yang meminjam dana lewat tekfin sebanyak hampir 2 juta orang.

"Kami fokus pada borrower, berapa banyak orang bisa dilayani. Kami antisipasi sampai akhir tahun ini sampai 3 juta borrower," imbuhnya.

Dia menjelaskan, keberadan bisnis P2P lending ini bisa lebih menjangkau kaum masyarakat yang tidak bisa mengakses kredit perbankan dengan mudah seperti di pelosok-pelosok negeri maupun usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Geliat Fintech di Era Industri 4.0

Walaupun untuk mengetahui karakteristik masyarakat di daerah, P2P lending bisa dibantu lewat perbankan terutama untuk mengakses profil calon peminjamnya.

“Misalnya ketika akan menyalurkan ke wilayah A bisa minta bantuan soal profil atau karakteristik masyarakat di sana lewat bank yang punya kantor cabang di sana,” jelas Hendrikus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.