Produksi Industri Pengolahan Tembakau Anjlok

Kompas.com - 01/11/2018, 15:09 WIB
Petani menjemur daun tembakau rajangan yang sudah diiris didepan rumahnya di Kampung Ciburuy, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (25/7/2018). Tembakau merupakan salah satu komoditas pertanian utama di kasawan kaki Gunung Putri, sasaran pasar tembakau di antaranya Jawa tengah dan Jawa Timur. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPetani menjemur daun tembakau rajangan yang sudah diiris didepan rumahnya di Kampung Ciburuy, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (25/7/2018). Tembakau merupakan salah satu komoditas pertanian utama di kasawan kaki Gunung Putri, sasaran pasar tembakau di antaranya Jawa tengah dan Jawa Timur.

JAKARTA, KOMPAS.com - Produksi industri manufaktur mikro dan kecil (IMK) memang masih mengalami kenaikan sebesar 3,88 persen pada kuartal III-2018, namun ada salah salah satu IMK yang anjlok cukup dalam.

Produksi industri tersebut yakni industri pengolahan tembakau. Begitu data teranyar Badan Pusat Statistik ( BPS) yang dirilis pada Kamis (1/11/2018).

"Industri pengolahan tembakau terpusat di 3 provinsi yakni Jawa Tengah (Temanggung), Jawa Timur (Madura) dan Nusa Tenggara Barat," ujar Kepala BPS Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta.

Anjloknya produksi industri pengolahan tembakau tak tanggung-tanggung yakni sampai 44,78 persen dibandingkan kuartal III-2017 lalu.

Baca juga: Penerapan Cukai Tembakau Diminta Tak Terlampau Tinggi

Suhariyanto mengatakan anjloknya industri pengolahan tembakau disebabkan karena faktor musim. Panen tidak optimal karena kekurangan air di musim panas.

" Tembakau kualitas sangat tergantung cuaca, kurang air sedikit saja akan memengaruhi kualitas," kata dia.

Meski begitu, Suhariyanto menyampaikan bahwa kondisi produksi industri pengolahan tembakau kuartal III-2018 lebih baik ketimbang kuartal II-2018. Ada kenaikan sebesar 32,36 persen.

Selain industri pengolahan tembakau, produksi industri tekstil juga mengalami penurunan. Namun angkanya hanya 5,94 persen saja.

Sementara IMK lain seperti industri logam dasar naik 18,64 persen, industri percetakan dan reproduksi media tekanan naik 17,72 persen, industri peralatan listrik naik 16,18 persen.

Adapun industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia naik 13,59 persen, serta industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki naik 8,82 persen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X