Bantah Pengusaha, KKP Nilai Sektor Perikanan Sedang Menggeliat

Kompas.com - 15/11/2018, 17:43 WIB
Ilustrasi perikanan BAHANA PATRIA GUPTAIlustrasi perikanan

Baca juga: Kadin Sebut Ada Gejala Deindustrialisasi di Sektor Perikanan

Berdasarkan data yang disampaikan pada evaluasi 4 tahun Jokowi-JK, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyebut sektor perikanan menyumbang PDB Rp 245,48 triliun pada 2014, Rp 288,9 triliun pada 2015, Rp 317 triliun pada 2016, dan Rp 349,4 triliun pada 2017.

Susi memperkiraan sumbangsih ke PDB kembali meningkat dikarenakan pada kuartal II 2018 sudah menghasilkan Rp 187 triliun.

Pada Januari sampai Juni 2018, volume ekspor hasil perikanan tumbuh 7,21 persen jadi 510.050 ton dan nilai ekspornya tumbuh 12,88 persen jadi 2,27 miliar dollar AS.

Neraca perdagangan hasil perikanan selama semester I 2018 tercatat surplus sebesar 2,06 miliar dollar AS. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu maka surplus neraca perdagangan hasil perikanan semester I tahun ini tumbuh 13,88 persen.

Baca juga: Susi Bantah Hasil Ekspor Perikanan Lemah

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri ( Kadin) Indonesia Bidang Perdagangan Benny Soetrisno menyebut gejala deindustrialisasi terjadi di industri perikanan

Gejala itu yakni matinya sejumlah industri perikanan akibat adanya kekurangan pasokan ikan. Pemerintah dinilai punya andil terjadinya hal tersebut.

"Jadi gejala deindustrialisasi juga terjadi di industri perikanan. Tadi dikatakan adanya kekurangan pasokan ikan," ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara diskusi Sumbang Pemikiran Kadin dalam RPJMN 2020-2024 di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (14/11/2018).

"Jadi Industrinya ada, ikannya ada tapi enggak boleh ditangkap, impor juga enggak boleh, jadi industrinya mati," sambung dia.

Salah satu daerah yang menjadi perhatian yakni Bitung, Sulawesi Utara. Kadin menilai sejumlah industri perikanan di daerah tersebut mati akibat kekurangan pasokan ikan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X