2019, Pelindo I Butuh Rp 4 Triliun untuk Pengembangan Pelabuhan

Kompas.com - 19/11/2018, 13:05 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana saat peresmian Kelola Jasa Pemanduan Kapal di Selat Malaka – Selat Singapura, Senin (10/4/2017) KOMPAS.com/Mei LeandhaMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana saat peresmian Kelola Jasa Pemanduan Kapal di Selat Malaka – Selat Singapura, Senin (10/4/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Persero memerlukan sekitar Rp 4 triliun pada 2019 untuk pembangunan terminal. Dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKAP) 2019, perusahaan induk Pelindo I butuh investasi Rp 3 triliun. Selebihnya akan dialokasikan untuk anak perusahaan.

"Ini masih estimasi, untuk tahun depan kemungkinan kita akan perlukan Rp 4 triliun itu konsolidasi Pelindo I," ujar Direktur Utama Pelindo I Bambang Eko Cahyana di Jakarta, Senin (19/11/2018).

Untuk 2019, ada beberapa projek yang ditugaskan pemerintah ke Pelindo I untuk pengembangan kawasan industri. Salah satunya pengembangan Terminal Pelabuhan Kuala Tanjung tahap II di Sumatera Utara.

"Secara total dua tahun selesai (2018 dan 2019) butuh Rp 11 triliun," kata Bambang.

Baca juga: Pelindo I Dapat Pinjaman Sindikasi Bank Rp 1,3 Triliun

Selain itu, pemerintah juga menugaskan Pelindo I untuk pengembangan terminal Pelabuhan Batu Ampar yang nilai total projeknya diperkirakan 300 juta dollar AS atau Rp 4,5 triliun.

Pelindo I baru saja mendapat suntikan dana dari sindikasi 3 bank, yaitu Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BNI sebesar Rp 1,3 triliun. Dana tersebut akan digunakan Pelindo I untuk membeli crane di terminal petikemas, RTG, dan juga penataan terminal penumpang di Sibolga.

Sebelumnya Pelindo I telah mendapat pinjaman Rp 1 triliun. Bambang mengatakan, pencairan pinjaman dilakukan bertahap menyesuaikan kebutuhan saat itu karena langsung terserap.

"Yang ditandatangani hari ini untuk proyek yang selesai akhir 2018 dan kuartal I 2019," kata Bambang.

Selain itu, anak usaha Pelindo I, PT Prima Multi Terminal mendapat kredit investasi dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero sebesar Rp 479 miliar. Dengan adanya suntikan tambahan, maka pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung dan fasilitasnya dapat diselesaikan. Hingga saat ini, perkembangan pembangunannya sudah 99 persen. Rencananya, mereka akan melakuan soft launching pada awal Desember 2018 dan beroperasi penuh pada Februari 2019.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Whats New
Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Whats New
Haus Targetkan Tambah 338 Gerai Sepanjang 2022

Haus Targetkan Tambah 338 Gerai Sepanjang 2022

Whats New
Bos KB Bukopin Buka-bukaan soal 1.400 Karyawannya Mengundurkan Diri

Bos KB Bukopin Buka-bukaan soal 1.400 Karyawannya Mengundurkan Diri

Whats New
Bisnis Makanan hingga Pakaian Punya Prospek Cerah Tahun Ini

Bisnis Makanan hingga Pakaian Punya Prospek Cerah Tahun Ini

Whats New
Viral Video Kerumunan di Mall Of Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen

Viral Video Kerumunan di Mall Of Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen

Whats New
Cara Klaim Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan

Cara Klaim Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan

Whats New
Minat Kembangkan Usaha? IdeaCloud Kembali Gelar IC Incubator

Minat Kembangkan Usaha? IdeaCloud Kembali Gelar IC Incubator

Whats New
LMAN: Realisasi Pendanaan Lahan PSN 2021 Rp 22,86 Triliun, Tertinggi Sejak 2016

LMAN: Realisasi Pendanaan Lahan PSN 2021 Rp 22,86 Triliun, Tertinggi Sejak 2016

Whats New
Akhirnya, Indonesia Ambil Alih Ruang Udara Natuna dari Singapura

Akhirnya, Indonesia Ambil Alih Ruang Udara Natuna dari Singapura

Whats New
Waspadai Skema Ponzi, OJK Larang Rekening Bank Tampung Dana Kegiatan Melanggar Hukum

Waspadai Skema Ponzi, OJK Larang Rekening Bank Tampung Dana Kegiatan Melanggar Hukum

Whats New
Babak Baru Kerja Sama RI-Singapura, Salah Satunya Sepakati Perjanjian Ekstradisi Buronan

Babak Baru Kerja Sama RI-Singapura, Salah Satunya Sepakati Perjanjian Ekstradisi Buronan

Whats New
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Buka Investment House di Jakarta

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Buka Investment House di Jakarta

Rilis
Pada 2021, Bisnis Minuman Haus! Raup Pendapatan Rp 250 Miliar

Pada 2021, Bisnis Minuman Haus! Raup Pendapatan Rp 250 Miliar

Rilis
IHSG Ditutup Melemah 1,3 Persen, Bagaimana dengan Rupiah?

IHSG Ditutup Melemah 1,3 Persen, Bagaimana dengan Rupiah?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.