Tak Miliki Simulator Boeing 737 Max 8, Ini Kata Pilot Lion Air

Kompas.com - 01/12/2018, 19:35 WIB
Ekor dan sayap pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEAREkor dan sayap pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

TANGERANG, KOMPAS.com — Maskapai penerbangan Lion Air Group hingga kini belum memiliki simulator Boeing 737 Max 8. Simulator biasa digunakan untuk proses pelatihan para pilot.

Hal ini diungkapkan salah satu pilot Lion Air Capt Sogi Praksono dalam konferensi pers di Lion Air Angkasa Training Center, Tangerang, Sabtu (1/12). Meski tak memiliki simulator Boeing 737 Max 8, para pilot menuturkan bukan jadi masalah.

Sogi menjelaskan, simulator yang terdapat di pusat pelatihan pilot Lion Air sudah sangat mumpuni dan sesuai dengan kebutuhan sehingga tidak dibutuhkan simulator jenis Boeing 737 Max 8 lagi.

"Boeing 737 NG dengan (737) Max 8 itu satu varian, satu tipe. Dalam hal ini manufaktur memberikan maklumat bahwa tidak banyak sistem yang termodifikasi di dalam dua pesawat ini," jelas Sogi.

Baca juga: Ini Syarat Pilot Lion yang Boleh Terbangkan Pesawat Boeing 737 Max 8

Dia menambahkan, selama ini manajemen Lion Air sudah mendapat informasi dan penjelasan terkait hal teknis ini bahwa pesawat jenis Boeing 737 Max 8 tidak membutuhkan simulator khusus.

"Itu tidak diperlukan, spesifik di 737 Max 8. Kenapa? Karena ini adalah varian yang sama. Jadi tidak ada bedannya. Perbedaan paling signifikan pada 737 Max dan 737 NG adalah di engine. Jadi jenis engine berbeda, namun secara sistem keseluruhan sama," tuturnya.

Selain itu, Sogi juga menyinggung soal tidak laik terbangnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di perbatasan Karawang dan Bekasi, Jawa Barat, Senin (29/10/2018). Tudingan itu sebelumnya disampaikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Sogi secara gamblang menyatakan itu bukanlah hasil akhir, namun masih temuan sementara. Ia bersama para pilot lainnya akan tetap menjalankan tugas sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X