Melambat, Pertumbuhan Perekonomian India Masih yang Tertinggi

Kompas.com - 03/12/2018, 09:31 WIB

NEW DELHI, KOMPAS.com - Pertumbuhan ekonomi India semakin merosot. Produk Domestik Bruto (PDB) melambat menajdi 7,1 persen pada kuartal III-2018 yang berakhir pada bulan September lalu. Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan 8,2 persen pada kuartal sebelumnya.

Dikutip dari CNN, melambatnya pertumbuhan ekonomi India ini jauh lebih rendah dari yang diperkirakan para analis. Meski demikian angka tersebut masih lebih menempatkan India lebih tinggi dari China yang tumbuh 6,5 persen di periode yang sama.

India masih menempati posisi sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia.

Performa ekonomi India akan menjadi pusat perhatian lantaran tahun depan menjadi tahun penyelenggaraan pemilu setempat. Perdana Menteri mereka saat ini, Narendra Modi memenangkan pemilu di tahun 2014 lalu dan berjanji akan mendorong pertumbuhan ekonomi India serta membuat jutaan lapangan kerja.

Baca juga: China dan India Bakal Kuasai Pertumbuhan Tenaga Nuklir Dunia

Ekonom Capital Economics Shilan Shah memperingatkan, PDB India tidak selalu bisa diandalkan menjadi acuan kondisi perekonomian di India.

Dia mengatakan, data terkini terkait produksi industri juga penjualan kendaraan pun menunjukkan tanda-tanda melambatnya pertumbuhan ekonomi setempat. Sehingga, laju ekspansi yang sangat cepat di kuartal sebelumnya akan sulit dipertahankan.

Namun Shah memerkirakan, pertumbuhan India akan tetap pada tingkat yang sehat.

"Ekonomi harus terus berkembang dengan cepat selama beberapa bulan mendatang, didukung oleh kebijakan fiskal yang lebih longgar menjelang pemilihan umum tahun depan," ujar dia.

Sementara ekonom HSBC Pranjul Bandhari mengatakan, pertumbuhan diperkirakan akan terjaga pada 7 persen di kuartal yang akan datang, sebuah langkah yang dapat dipertahankan yang menurutnya tak akan memicu ketidakstabilan ekonomi makro.

Melambatnya ekonomi india diindikasikan karena beberapa tekanan terhadap ekonomi India semakin meningkat dalam beberapa waktu belakangan.

Namun anjloknya harga minyak yang mencapai 35 persen terhitung sejak bulan Oktober, telah membantu India sebagai salah satu importir minyak terbesar di dunia. Nilai tukar rupee, yang telah terdepresiasi cukup dalam terhadap dollar AS telah menguat lebih dari 5 persen dalam beberapa bulan ini.

Shah mengatakan, bank sentral India yang dalam beberapa bulan ini menahan untuk tidak meningkatkan suku bunga setelah menaikkan suku bunga acuan mereka sebanyak dua kali di awal tahun ini diperkirakan akan tetap menahan suku bunga mereka pada pertemuan dewan gubernur pekan depan.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber CNN


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RHB Banking Group Berkomitmen Perkuat Bisnis di Indonesia Melalui Anak Usahanya

RHB Banking Group Berkomitmen Perkuat Bisnis di Indonesia Melalui Anak Usahanya

Whats New
Lowongan Kerja PT Dankos Farma untuk Lulusan S1, Fresh Graduate Boleh Daftar

Lowongan Kerja PT Dankos Farma untuk Lulusan S1, Fresh Graduate Boleh Daftar

Work Smart
Syarat, Alur, Link, dan Cara Daftar Pendataan Non-ASN 2022

Syarat, Alur, Link, dan Cara Daftar Pendataan Non-ASN 2022

Whats New
Petrokimia Gresik Klaim Sukses Buat Pendapatan Petani Edamame di Jember Meningkat Jutaan Rupiah

Petrokimia Gresik Klaim Sukses Buat Pendapatan Petani Edamame di Jember Meningkat Jutaan Rupiah

Rilis
Sri Mulyani Kasih Hadiah Uang Tunai 10 Provinsi yang Tekan Inflasi

Sri Mulyani Kasih Hadiah Uang Tunai 10 Provinsi yang Tekan Inflasi

Whats New
Gaji Tersendat, Guru PPPK dan Honorer di Bandar Lampung Mengadu ke Hotman Paris

Gaji Tersendat, Guru PPPK dan Honorer di Bandar Lampung Mengadu ke Hotman Paris

Whats New
Selamat dari Pailit, Garuda Mau Pakai Duit dari APBN untuk Rawat Pesawat

Selamat dari Pailit, Garuda Mau Pakai Duit dari APBN untuk Rawat Pesawat

Whats New
Resmikan Proyek QMB, Luhut: Kita Melihat Lahirnya Museum Industri Nikel yang Pertama Dalam Sejarah RI

Resmikan Proyek QMB, Luhut: Kita Melihat Lahirnya Museum Industri Nikel yang Pertama Dalam Sejarah RI

Whats New
Info Lengkap Pendataan Non ASN: Syarat, Dokumen, dan Tenggat Waktunya

Info Lengkap Pendataan Non ASN: Syarat, Dokumen, dan Tenggat Waktunya

Work Smart
Cerita Bos Garuda Turunkan Utang Miliaran Dollar AS, dari Pangkas Sewa Pesawat hingga Rute Terbang

Cerita Bos Garuda Turunkan Utang Miliaran Dollar AS, dari Pangkas Sewa Pesawat hingga Rute Terbang

Whats New
Pengamat: Perusahaan BUMN Harus Bisa Jadi Motor Tumbuhnya Ekonomi Syariah di Indonesia

Pengamat: Perusahaan BUMN Harus Bisa Jadi Motor Tumbuhnya Ekonomi Syariah di Indonesia

Whats New
Dalam Waktu Dekat, Nasabah Bank DKI Bisa Setor dan Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BCA

Dalam Waktu Dekat, Nasabah Bank DKI Bisa Setor dan Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BCA

Whats New
Sri Mulyani: Rp 203,4 Triliun Dana Pemda Mengendap di Bank Per Agustus 2022, Tertinggi dari Jatim

Sri Mulyani: Rp 203,4 Triliun Dana Pemda Mengendap di Bank Per Agustus 2022, Tertinggi dari Jatim

Whats New
Cara Cek Penerima BSU Tahap 3 yang Cair Pekan Ini

Cara Cek Penerima BSU Tahap 3 yang Cair Pekan Ini

Whats New
Sri Mulyani: APBN Agustus 2022 Surplus Rp 107,4 Triliun

Sri Mulyani: APBN Agustus 2022 Surplus Rp 107,4 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.