Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 13/12/2018, 05:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengungkapkan, keberadaan penyedia pinjaman online atau fintech peer to peer landing ilegal harus segara dibasmin. Sehingga tidak ada lagi yang menjadi korbannya.

"Tujuan dan posisi kita sama, fintech ilegal harus kita basmi," kata Ketua Umum AFPI, Adrian Gunadi ketika ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2018).

Adrian mengatakan, pihaknya bersama sejumlah lembaga kini tengah berkoordinasi terkait persoalan ini. Mereka sedang mencari formula terbaik untuk menindak fintech-fintech yang telah memakan korban dan menimbulkan masalah selama ini.

"Kita barengan dengan OJK, Bareskrim, Satgas Investasi, dan Kominfo lagi berkoordinasi untuk bagaimana bisa efektif dalam membasmi fintech ilegal," ujarnya.

Selain tiga institusi pemerintah tersebut, AFPI juga menggandeng pihak swasta yakni Google dalam memecahkan persoalan yang ada. Langkah ini diambil untuk mensinergikan keputusan untuk menutup ruang bagi fintech ilegal yang dimaksud.

"Kita juga sudah berkomunikasi dengan Google, khususnya dengan Goolge Playstore. Ujung-ujungnya nanti aplikasi (fintech) akan pasti di Google Playstore," terangnya.

Menurut dia, inisiatif dan langkah yang telah diambil itu merupakan bagian dari kehadiran asosiasi untuk mengatasi masalah fintech ilegal. Apalagi, selama ini sudah banyak laporan dan aduan terkait pelanggaran yang dilakukan fintech terhadap peminjam-peminjamnya.

"Jadi disitulah kehadiran asosiasi bagaimana bisa lebih cepat take action terhadap fintech-fintech ilegal. Tapi memang positioning kita clear, bahwa fintech yang beroperasi di Indonesia harus terdaftar," pungkasnya.

Untuk membasmi kehadiran fintech ilegal ini dibutuhkan kerja sama dan senergitas yang baik antar lembaga. Karena sebuah lembaga tidak akan mampu dan efekti memerangi keberadaan fintech-fintech ilegal yang telah menimbulkan persoalan.

"Saya rasa, perangkatnya bukan hanya OJK saja. Karena yang bisa menutup kanalnya Google atau Kominfo. Jadi memang harus dibentuk task fors. Kita bersama harus ada action dan bergerak sama-sama," tambah Andrian.

Saat ini fintech yang sudah terdaftar di AFPI per Oktober 2018 sebanyak 73. Untuk menjadi anggota AFPI, fintech harus terdaftar di OJK terlebih dahulu sesuai dengan kebijakan asosiasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinas TPHP Kalteng Sebut Food Estate Bantu Tumbuhkan Indeks Pertanian dan Ekonomi Petani

Dinas TPHP Kalteng Sebut Food Estate Bantu Tumbuhkan Indeks Pertanian dan Ekonomi Petani

Rilis
Sandiaga: Presiden Minta Target Kunjungan Wisatawan di 2023 Terpenuhi dengan Penyelenggaraan Event-event Berkualitas

Sandiaga: Presiden Minta Target Kunjungan Wisatawan di 2023 Terpenuhi dengan Penyelenggaraan Event-event Berkualitas

Whats New
Update Rekrutmen CASN 2023: Instansi Diminta Mendata Kebutuhan Formasi

Update Rekrutmen CASN 2023: Instansi Diminta Mendata Kebutuhan Formasi

Whats New
Kementan Sebut Perppu Cipta Kerja Permudah Izin Usaha Sektor Pertanian

Kementan Sebut Perppu Cipta Kerja Permudah Izin Usaha Sektor Pertanian

Rilis
Implementasi B35 Berlaku Besok, Kementerian ESDM Lanjut Uji Coba B40

Implementasi B35 Berlaku Besok, Kementerian ESDM Lanjut Uji Coba B40

Whats New
Mengapa Hary Tanoesoedibjo Mundur dari Dirut MNC Digital?

Mengapa Hary Tanoesoedibjo Mundur dari Dirut MNC Digital?

Whats New
Pupuk Kaltim dan Pemkot Bontang Salurkan Bantuan Kaki Palsu dan Sepatu CTEV untuk Penyandang Disabilitas

Pupuk Kaltim dan Pemkot Bontang Salurkan Bantuan Kaki Palsu dan Sepatu CTEV untuk Penyandang Disabilitas

Whats New
Gadeng Mastercard, Ayoconnect Bakal Percepat Pembayaran Berbasis Rekening Bank

Gadeng Mastercard, Ayoconnect Bakal Percepat Pembayaran Berbasis Rekening Bank

Whats New
'Tech Winter' Masih Bakal Berlanjut, 'Start-up' Perlu Efisiensi

"Tech Winter" Masih Bakal Berlanjut, "Start-up" Perlu Efisiensi

Whats New
Sebanyak 16.900 ASN, TNI, Polri Pindah ke IKN, Huniannya Dibangun Juni-Juli 2023

Sebanyak 16.900 ASN, TNI, Polri Pindah ke IKN, Huniannya Dibangun Juni-Juli 2023

Whats New
Rekrutmen CASN 2023 Akan Dibuka untuk Umum, Ini Formasi yang Jadi Prioritas

Rekrutmen CASN 2023 Akan Dibuka untuk Umum, Ini Formasi yang Jadi Prioritas

Whats New
Implementasi B35 Bisa Hemat Devisa hingga 10,75 Miliar Dollar AS

Implementasi B35 Bisa Hemat Devisa hingga 10,75 Miliar Dollar AS

Whats New
Alasan Hary Tanoesoedibjo Mundur sebagai Dirut MNC Digital

Alasan Hary Tanoesoedibjo Mundur sebagai Dirut MNC Digital

Whats New
OJK Beberkan 6 Tantangan Jaga Stabilitas dan Pengembangan Pasar Modal RI

OJK Beberkan 6 Tantangan Jaga Stabilitas dan Pengembangan Pasar Modal RI

Whats New
Pemerintah Bakal Setop Ekspor Tembaga, Bagaimana Nasib Freeport?

Pemerintah Bakal Setop Ekspor Tembaga, Bagaimana Nasib Freeport?

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+