Akhir Tahun, BI Tahan Suku Bunga Acuan Pada 6 Persen

Kompas.com - 20/12/2018, 14:41 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan jajaran Dewan Gubernur BI ketika memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (20/12/2018). Kompas.com/Mutia FauziaGubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan jajaran Dewan Gubernur BI ketika memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (20/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia memutuskan menahan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI-7RR) pada level 6 persen, meskipun bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve memutuskan untuk menaikkan suku bunga mereka Fed Fund Rate (FFR) di kisaran 2,25 hinga 2,5 persen.

Berdasarkan keputusan yang diambil melalui Rapat Dewan Gubernur Bulanan yang digelar pada 19-20 Oktober 2018, BI juga menahan suku bunga deposit facility pada 5,25 persen dan lending facility 6,75 persen.

Kebijakan tersebut berlaku efektif hari ini, Kamis (20/12/2018). Sebelumnya, pada 14-15 November lalu BI telah memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo menejaelaskan, keputusan tersebut sejalan dengan komitmen BI untuk meurunkan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) menuju ke kisaran 2,5 persen di tahun 2019 mendatang.

"BI meyakini bahwa tingkat suku bunga kebijakan tersebut masih konsisten dengan upaya menurunkan CAD ke dalam batas aman," ujar Perry pada konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur di Jakarta, Kamis (20/12/2018).

Baca juga: The Fed Akhirnya Naikkan Suku Bunga Acuan

Selain itu, langkah tersebut dilakukan juga untuk mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik juga telah mempertimbangkan tren pergerakan suku bunga global beberapa bulan ke depan.

"Kami memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat ketahanan eksternal untuk mendongkrak ekspor dan impor," kata Perry.

Sebagai catatan, Sejak Mei 2018, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga sebesar 175 bps. Setiap kenaikan tersebut menyusul kenaikan suku bunga acuan The Fed.

Adapun kenaikan FFR di bulan Desember ini akan menjadi yang terakhir di tahun 2018. Sementara di tahun 2019 mendatang, BI memrediksi The Fed akan kembali menaikkan suku bunga sebanyak dua kali pada tahun 2019.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X