Tahun Ini, Kemendag Harap Beras Tak Lagi Sebabkan Inflasi

Kompas.com - 07/01/2019, 14:20 WIB
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Jakarta Pusat, Minggu (16/12/2018) KOMPAS.com/Putri Syifa NurfadilahMenteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Jakarta Pusat, Minggu (16/12/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) berharap komoditas beras tak lagi menjadi beban penyumbang inflasi pada 2019.

Pasalnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), beras menjadi komoditas kedua setelah bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi penyumbang inflasi terbesar sepanjang 2018.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, naik atau tidaknya harga sangat tergantung pada pasokan dan permintaan.

"Sekarang stok di Bulog masih ada, masih cukup," ujar Enggar di Kantor Kemendag, Jakarta, Senin (7/1/2018).

Baca juga: Harga BBM dan Beras Punya Andil Besar terhadap Inflasi 2018

Enggar mengatakan, Kementerian Pertanian sebelumnya menyebut ada panen raya di awal tahun 2019 sehingga dari sisi pasokan tersedia. Sementara itu, fungsi Kemendag dimulai pada proses distribusi dan memastikan penyaluran bahan makanan lancar dan merata.

Dengan infrastruktur yang ada saat ini, Enggar yakin tak ada hambatan di sisi distribusi.

"Saya mau meyakinkan bahwa dengan akses tol yang ada, tol darat di Jawa, tol laut, itu lebih mempermudah. Itu terbukti di akhir ahun ketersediaan dan pasokan barang di daerah sangat mudah dan itu menekan cost juga," kata Enggar.

Baca juga: Harga Beras Naik, Jokowi Minta Operasi Pasar Ditingkatkan

Di samping itu, Enggar meyakini pengusaha dan pedagang juga sudah menyadari konsekuensi hukum jika melakukan penimbunan beras. Oleh karena itu, pengusaha ataupun pedagang nakal yang banyak ditemui pada tahun-tahun sebelumnya diharapkan lebih sedikit dijumpai.

"Jadi kalau supply-nya ada, distribusinya oke, penimbunan tidak berjalan, insya Allah itu akan teratasi," ujar Enggar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X