Susi: Konsumsi Makan Orang Indonesia Harus Berkualitas

Kompas.com - 27/01/2019, 12:26 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti memberikan sambutan saat meresmikan Jakarta Aquarium di Neo SOHO Mall, Jakarta Barat, Selasa (16/10/2018). Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti meresmikan Jakarta Aquarium yang memiliki konsep edutainment sekaligus dapat menjadi sebuah destinasi wisata baru bagi masyarakat. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGMenteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti memberikan sambutan saat meresmikan Jakarta Aquarium di Neo SOHO Mall, Jakarta Barat, Selasa (16/10/2018). Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti meresmikan Jakarta Aquarium yang memiliki konsep edutainment sekaligus dapat menjadi sebuah destinasi wisata baru bagi masyarakat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, perang yang akan dihadapi setiap bangsa nantinya bukan lagi perang politik dan ideologi. Ke depan, perang mengenai ketahanan pangan dan energi telah menanti.

Oleh karena itu, kata Susi, ikan menjadi komoditas penting dalam mempersiapkan perang ini, baik ikan hasil tangkapan laut atau perairan lainnya, maupun hasil budidaya.

“Kalau kita mau menjadi bangsa besar yang mampu bersaing di era globalisasi yang sudah tak ada sekat dan batasan, sudah tidak ada garis demarkasi lagi antara people movement, business movement, dan technology. Maka konsumsi makanan orang Indonesia harus berkualias,” ujar Susi dalam keterangan tertulis, Minggu (27/1/2019).

Baca juga: Susi: Pemilik Kapal Ikan Tak Berizin Siap-siap Dipermalukan

Menurut Susi, meski zaman berubah dan teknologi terus berkembang, ikan akan terus dibutuhkan sebagai bahan makanan. Intelegensi manusia dituntut semakin luar biasa ke depannya.

Bahan konsumsi yang baik seperti halnya ikan sangat berperan dalam pembentukan manusia yang berkualitas.

“Konsumsi makan orang Indonesia harus berkualitas. Bukan sekadar beras, jagung, karbo… karbo… karbo... We need more than just carbohydrate," kata Susi.

Sesuatu yang dapat meningkatkan kapasitas intelektual dan intelegensi kita, yaitu protein dan omega. Dan itu ada di ikan,” lanjut dia.

Baca juga: Menteri Susi Sebut Tak Perlu Modal Besar untuk Bisnis Perikanan

Berdasarkan data World Health and Seafood Congress, dalam 100 gram ikan terdapat 210 Omega 3 yang baik bagi perkembangan mata, otak, dan jaringan syaraf lainnya. Susi mengatakan, ikan menjadi pilihan sumber protein hewani yang lebih baik dibandingkan daging.

Selain harganya jauh lebih murah, ikan juga tidak mengandung trigliserida dan lemak jahat seperti halnya yang terdapat pada daging. Oleh karena itu, ia mengharapkan ikan dijadikan substitusi suplemen untuk rakyat.

“Saya ingin ikan menjadi sebuah makanan wajib di setiap rumah because it is cheaper, because it is healthier, and the omega is very important for the brain development of our people,” kata Susi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X